TRIBUNTRENDS.COM - Tensi geopolitik yang membara di Teluk Arab sempat menahan napas ketahanan energi nasional. Namun, titik terang mulai muncul bagi dua raksasa laut milik Indonesia yang sempat terjebak di pusaran konflik.
Dua kapal tanker andalan Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, kini tengah melakukan persiapan teknis intensif. Keduanya bersiap membelah Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak paling krusial sekaligus tersibuk di dunia, setelah sempat tertahan sejak awal Maret 2026.
Langkah berani ini diambil menyusul keberhasilan negosiasi diplomatik antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dengan Pemerintah Iran.
Sejak blokade terjadi, mesin diplomasi Indonesia bergerak cepat. KBRI Tehran menjadi ujung tombak dalam memastikan stok BBM yang dibawa kedua kapal tersebut bisa segera mengalir ke tanah air.
"Terkait status kapal Pertamina, Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Tehran sejak awal terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait di Iran," ungkap Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, melansir dari Kompas.com.
Kabar baiknya, otoritas Iran memberikan sinyal positif. Izin melintas ini menjadi oase di tengah ketidakpastian global yang sempat membuat harga minyak dunia bergejolak. Yvonne menambahkan, "Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran, yang saat ini sedang ditindaklanjuti oleh pihak terkait pada aspek teknis dan operasional."
Baca juga: Iran Izinkan 10 Kapal Minyak Lewat Selat Hormuz, Trump Klaim Sebagai Hadiah untuk AS, Kesepakatan?
Meski pintu mulai terbuka, Iran tetap menetapkan standar keamanan yang ketat. Berdasarkan nota yang disampaikan kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO), hanya kapal dengan status tertentu yang diizinkan membelah perairan sempit tersebut.
"Kapal-kapal non-hostile dapat, sepanjang mereka tidak berpartisipasi maupun mendukung tindakan agresi terhadap Iran, serta sepenuhnya mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang dinyatakan, mendapat manfaat dari lintasan aman melalui Selat Hormuz dengan berkoordinasi dengan otoritas yang berwenang," tulis nota resmi Iran tersebut.
Indonesia, dengan posisi politik luar negeri yang bebas aktif dan tidak bermusuhan (non-hostile), berhasil memenuhi kriteria tersebut.
Baca juga: Beda Nasib! Kapal Malaysia Diizinkan Iran Lewat Selat Hormuz, Kapal Pertamina Masih Terkatung-katung
Bagi masyarakat yang khawatir akan nasib para pelaut di atas kapal, Pertamina memastikan bahwa situasi di atas dek tetap terkendali. Meski berada di zona merah geopolitik, keamanan awak kapal adalah prioritas utama.
Melalui akun resminya, pihak manajemen menegaskan posisi kapal hingga pertengahan Maret lalu. "Seluruh kapal dan kru dalam kondisi aman," jelas akun Instagram @pertaminainternationalshipping.
Kini, dunia dan khususnya Indonesia tengah memantau detik-detik keberangkatan Pertamina Pride dan Gamsunoro. Jika proses teknis berjalan mulus, kedua raksasa ini akan segera angkar sauh, membawa pulang 'darah' bagi mesin ekonomi Indonesia melewati selat yang menjadi urat nadi energi dunia tersebut.
(TribunTrends.com/Kompas.com)