TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memerintahkan jajaran pejabat di Kabupaten Garut, dari mulai Kepala Desa, Camat, hingga Bupati untuk segera menyelesaikan dugaan pungutan liar di obyek wisata Pantai Sayang Heulang, Pameungpeuk, Garut.
Peristiwa dugaan pungutan liar yang terjadi di Garut itu, viral di media sosial. Salah satu wisatawan yang menjadi korban menumpahkan kekesalannya di media sosial dan menyebut jika biaya masuk dan parkir motor di tarif Rp45 ribu per orang.
Menurutnya, biaya tersebut tidak sesuai dengan tarif yang seharusnya hanya Rp15 ribu untuk wisatawan dewasa dan Rp5.000 untuk parkir motor. Namun, saat tiba di lokasi, justru diminta membayar lebih besar.
"Tapi diminta Rp45.000," ujar wisatawan tersebut dalam videonya, dikutip Sabtu (28/3/2026).
Selain soal biaya, wisatawan juga menyoroti kondisi pantai yang dinilai kotor dan banyak sampah. Fasilitas yang ada, kata dia, tidak sebanding dengan uang yang harus dibayar.
"Kalau dibikin estetik. Ini banyak sampah, kalau bersih, ini kotor," katanya.
Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun memerintahkan Pemerintah Kabupaten Garut segera membereskan masalah pungutan di Pantai Sayang Heulang yang kembali viral di media sosial.
Menurutnya, kejadian seperti ini tidak boleh terus terulang di masa depan.
"Ini yang saya maksud tadi pagi, masuk pantai jangan terlalu banyak pungutan, akibatnya orang marah-marah sehingga keluar kata-kata yang tidak pantas," ujar Dedi.
Dedi menilai, banyaknya pungutan bisa membuat wisatawan kesal dan berdampak buruk pada pariwisata.
Masalah seperti ini, kata dia, seharusnya bisa diselesaikan di tingkat daerah tanpa harus menunggu perhatian dari pemerintah Provinsi.
Sudah ada aparat setempat seperti kepala desa, camat, hingga bupati yang bertugas mengawasi dan memperbaiki kondisi di lapangan.
"Kan tidak bagus kalau harus ditangani oleh gubernur, karena sudah ada camat, kepala desa, bupati, wakil bupati, bahkan wakil bupatinya mantu saya sendiri itu. Tolong beresin ya, jangan bikin malu Jawa Barat," katanya.