Ribuan Warga Padati Tradisi Ketupat Dulomo Selatan, 2.026 Ketupat Dibagikan
Wawan Akuba March 28, 2026 01:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Ribuan warga memadati perayaan tradisi ketupat di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan tahunan usai Idulfitri ini berlangsung meriah, dengan sebanyak 2.026 ketupat yang telah disiapkan sebelumnya dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan ke lokasi kegiatan yang dipusatkan di sekitar masjid setempat. 

Keramaian terlihat di berbagai sudut kampung, mulai dari area pembagian ketupat hingga jalur arak-arakan budaya yang dilaksanakan pukul 07.00 Wita.

Tradisi ini juga turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel yang menyempatkan diri melihat langsung jalannya kegiatan serta berbaur dengan masyarakat.

Baca juga: Warga Jaton di Reksonegoro Gorontalo Habiskan 8 Jam Mengaduk Jenang Lebaran Ketupat

Suasana kebersamaan begitu terasa saat warga dari berbagai kalangan berkumpul menikmati hidangan yang telah disiapkan secara gotong royong. 

Tidak hanya ketupat, berbagai hidangan seperti soto juga disajikan oleh masyarakat dan bagiakan di masjid untuk dinikmati bersama.

Arak-arakan ketupat menjadi salah satu rangkaian yang paling menarik perhatian. 

Warga, termasuk anak-anak TPA dan TPQ, berjalan mengelilingi kampung sambil membawa ketupat. 

Sepanjang perjalanan, warga yang dilewati turut memberikan hidangan yang kemudian dibawa ke masjid.

Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong antar warga.

KETUPAT--Perayaan ketupat di Kelurahan Dulomo Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (28/3/2026).
KETUPAT--Perayaan ketupat di Kelurahan Dulomo Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (28/3/2026). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga.

Ketua panitia, Jamaludin Kadir (27), mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana setelah melalui proses persiapan selama beberapa hari sebelumnya.

“Alhamdulillah hari ini kegiatan bisa terlaksana dengan baik. Ketupat yang kami siapkan sebanyak 2.026 sudah dibagikan kepada masyarakat,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia menyebut antusiasme warga tahun ini cukup tinggi, terlihat dari jumlah kehadiran yang memadati lokasi sejak pagi.

“Warga yang datang bukan hanya dari Tanggidaa, tapi juga dari luar daerah yang ingin ikut merasakan tradisi ini,” tambahnya.

Selain pembagian ketupat dan arak-arakan, kegiatan juga akan diramaikan dengan berbagai perlombaan tradisional seperti panjat pinang dan tarik tambang yang diikuti oleh masyarakat setempat pada sore nanti.

Namun untuk lomba anyaman ketupat telah dilaksanakan pagi tadi.

Menurut Jamaludin, sebagian besar pendanaan kegiatan masih bersumber dari swadaya masyarakat.

“Sekitar 80 persen dari warga dan takmir masjid, sisanya dari sponsor, baik pemerintah maupun swasta,” jelasnya.

Ia berharap tradisi ketupat di Tanggidaa dapat terus dilestarikan dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah sebagai salah satu agenda budaya tahunan.

Sementara itu, kehadiran Wakil Wali Kota Gorontalo dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi lokal yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.

Tradisi ketupat sendiri merupakan bagian dari perayaan masyarakat usai Idulfitri, yang identik dengan makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman janur dan dimasak hingga matang.

Di Tanggidaa atau Kelurahan Dulomo Selatan tradisi ini telah berlangsung sejak tahun 1970-an dan terus dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat. 

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga luar daerah yang datang untuk menyaksikan kemeriahannya.

Dengan cuaca yang mendukung dan partisipasi warga yang tinggi, perayaan tradisi ketupat tahun ini berlangsung lancar dan penuh keakraban. 

Arus lalu lintas nampak aman lancar meski beberapa waktu terjadi kemacetan namun tidak mengular.(*/Jefri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.