Sekprov Bantah Diskriminasi Gender di Seleksi JPT, Sebut Kesempatan Terbuka Lebar untuk Perempuan
Regina Goldie March 28, 2026 03:08 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina, angkat bicara terkait isu keterwakilan perempuan dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkup Pemprov Sulteng.

Novalina yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi (Pansel) menegaskan, proses seleksi dilakukan secara terbuka, objektif, dan tanpa diskriminasi gender.

“Seleksi ini dirancang untuk memberikan ruang yang sama bagi seluruh ASN, baik laki-laki maupun perempuan. Tidak ada satu pun ketentuan yang membatasi berdasarkan gender. Siapa pun yang memenuhi kualifikasi, memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026). 

Ia menjelaskan, keterwakilan perempuan dalam birokrasi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan afirmatif, tetapi juga bergantung pada partisipasi dan kesiapan individu.

Berdasarkan data pansel, dari total 85 peserta yang mendaftar dan lolos seleksi administrasi, sebanyak 19 orang atau sekitar 22 persen merupakan perempuan.

“Angka ini menunjukkan bahwa ruang sudah terbuka. Kami sangat mengapresiasi keberanian dan dedikasi 19 ASN perempuan yang ikut berkompetisi,” katanya.

Meski demikian, lanjut Novalina, pansel tidak dapat memaksakan persentase tertentu apabila jumlah pendaftar perempuan sejak awal memang terbatas.

Ia menegaskan, kompetensi tetap menjadi faktor utama dalam menentukan pejabat yang akan mengisi jabatan strategis di lingkungan Pemprov Sulteng.

Baca juga: Rangkaian Kegiatan Haul Guru Tua 2026, Menteri Sosial dan Sejumlah Gubernur Dijadwalkan Hadir

“Kami tidak hanya mencari pengisi jabatan, tapi pemimpin yang kompeten. Pemenuhan keterwakilan 30 persen tidak boleh mengabaikan kualitas kepemimpinan,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks sehingga kapasitas dan kapabilitas menjadi tolok ukur utama.

Novalina juga menepis anggapan adanya diskriminasi gender dalam proses seleksi. 

Ia menilai, keterlibatan perempuan dalam posisi strategis, termasuk dirinya sebagai Ketua Pansel, menjadi bukti bahwa kesempatan terbuka luas.

“Kesempatan itu nyata. Tinggal bagaimana mendorong lebih banyak kader terbaik untuk berani tampil dan berkompetisi,” ucapnya.

Saat ini, kata dia, proses seleksi masih berlangsung dan memasuki tahapan uji publik.

“Semua masukan dari masyarakat akan kami himpun sebagai bahan pertimbangan Gubernur selaku Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menentukan pilihan terbaik bagi kemajuan Sulawesi Tengah,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.