Destinasi Wisata Bahari Masih Jadi Daya Tarik Wisatawan Kunjungi Tanggamus
Reny Fitriani March 28, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Destinasi wisata bahari masih menjadi pilihan utama wisatawan selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Tanggamus. 

Kawasan pantai di pesisir Teluk Semaka dipadati pengunjung yang memanfaatkan momentum libur panjang.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Disparbud Tanggamus, Mei Zamzami mengatakan, minat wisatawan terhadap destinasi pantai tetap tinggi dibandingkan objek wisata lainnya.

“Secara umum, destinasi wisata berbasis bahari, khususnya pantai, masih menjadi daya tarik utama wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Tanggamus,” ujar Mei kepada Tribun Lampung, Sabtu (28/3/2026).

Sejumlah pantai yang berada di kawasan Teluk Semaka seperti Pantai Pesesekh Khikit, Pantai Batu Kebau atau Pihabung, serta Pantai Muara Baru menjadi lokasi favorit pengunjung. 

Baca Juga Kunjungan Wisatawan ke Tanggamus Capai 34.786 Orang Selama Libur Lebaran 2026

Selain sebagai tujuan wisata, kawasan tersebut juga dimanfaatkan sebagai titik transit wisatawan yang melanjutkan perjalanan ke pesisir barat.

Mei menjelaskan, selain keindahan alam, faktor aksesibilitas menuju kawasan pantai turut memengaruhi tingginya kunjungan wisatawan selama libur Lebaran.

“Momentum libur panjang, daya tarik destinasi, serta kemudahan akses menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan,” jelasnya.

Berdasarkan data sementara hingga 27 Maret 2026, total kunjungan wisatawan ke lima destinasi unggulan di Tanggamus mencapai 34.786 orang. 

Angka tersebut menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk berwisata, terutama ke kawasan pantai.

Dari sisi karakteristik, wisatawan yang datang masih didominasi oleh wisatawan lokal dan regional, baik dari dalam Kabupaten Tanggamus maupun wilayah lain di Provinsi Lampung. 

Pola kunjungan umumnya dilakukan secara berkelompok atau bersama keluarga.

“Sebagian besar wisatawan datang bersama keluarga untuk menikmati libur Lebaran, sehingga kawasan pantai menjadi pilihan karena dinilai lebih terbuka dan cocok untuk rekreasi bersama,” kata Mei.

Tingginya aktivitas wisata di kawasan bahari juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. 

Pelaku UMKM, terutama di sektor kuliner dan penjualan produk lokal, mengalami peningkatan pendapatan selama periode libur.

Namun demikian, lonjakan kunjungan wisatawan juga menimbulkan sejumlah tantangan, seperti kepadatan di lokasi wisata, potensi kemacetan di akses menuju pantai, serta pengelolaan sampah yang perlu ditingkatkan.

Meski begitu, kondisi tersebut masih dapat dikendalikan melalui koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pengelola destinasi wisata.

Mei menambahkan, ke depan pemerintah daerah akan terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata bahari, baik dari sisi infrastruktur, kebersihan, maupun pelayanan.

“Upaya peningkatan kualitas destinasi terus kami lakukan agar wisata bahari di Tanggamus semakin diminati dan mampu menarik wisatawan lebih luas,” pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.