Dubes RI Luncurkan Buku Peringati 75 Tahun Hubungan Indonesia-Takhta Suci
Ferdinand Waskita Suryacahya March 28, 2026 07:07 PM

 

TRIBUNJAKARTA.COM, ROMA - Dubes RI Untuk Takhta Suci Trias Kuncahyono meluncurkan buku dalam rangka rangka 75 tahun hubungan diplomatik antara negara Indonesia dan Takhta Suci di Wisma KBRI, Kamis (26/3/2026).

Buku berjudul 'Bersama Mengarungi Zaman' diluncurkan pukul 11.00 waktu Roma.

Para duta besar dan perwakilan negara-negara sahabat KBRI Takhta Suci dan anggota Ikatan Rohaniwan Rohaniwati di Kota Abadi (IRRIKA) hadir dalam acara tersebut.

PELUNCURAN BUKU - Dubes RI Untuk Takhta Suci Trias Kuncahyono meluncurkan buku dalam rangka rangka 75 tahun hubungan diplomatik antara negara Indonesia dan Takhta Suci di Wisma KBRI, Kamis (26/3/2026).
PELUNCURAN BUKU - Dubes RI Untuk Takhta Suci Trias Kuncahyono meluncurkan buku dalam rangka rangka 75 tahun hubungan diplomatik antara negara Indonesia dan Takhta Suci di Wisma KBRI, Kamis (26/3/2026). (HO/Istimewa)

Sementara sambutan dalam peluncuran tersebut, Mgr. John D. Putzer yang mewakili Mgr. Paul R. Gallagher,  Sekretaris Hubungan Dengan Negara-Negara dan Organisasi Internasional Pemerintah Takhta Suci. 

Buku tersebut diterbitkan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) dan Penerbit Palmerah Syndicate.

Isi buku tersebut memuat tulisan, Menlu RI Sugiono, Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin, Dubes RI Trias Kuncahyono dan Rm Gregorius Budi Subanar SJ, seorang rohaniwan.  

Menurut Dubes RI Trias Kuncahyono, buku itu dibuat karena didorong belum ada buku yang mengulas sejarah hubungan diplomatik antara Indonesia dan Takhta Suci, Vatikan. 

“Oleh karena itu, buku tersebut dapat menjadi referensi lengkap bagi siapa saja yang ingin mendalami sejarah hubungan diplomatik kedua negara. Dan untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada PWKI dan Palmerah Syndicate yang telah menerbitkan buku ini,” ujar Trias Kuncahyono dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3/2026). 

Editor buku tersebut Algooth Putranto dari PWKI menjelaskan bahwa, proses buku tersebut berlangsung enam bulan sejak Agustus 2025. Berharap bahwa buku tersebut akan diluncurkan pada akhir 2026. 

PELUNCURAN BUKU - Dubes RI Untuk Takhta Suci Trias Kuncahyono meluncurkan buku dalam rangka rangka 75 tahun hubungan diplomatik antara negara Indonesia dan Takhta Suci di Wisma KBRI, Kamis (26/3/2026).
PELUNCURAN BUKU - Dubes RI Untuk Takhta Suci Trias Kuncahyono meluncurkan buku dalam rangka rangka 75 tahun hubungan diplomatik antara negara Indonesia dan Takhta Suci di Wisma KBRI, Kamis (26/3/2026). (HO/Istimewa)

Namun diputuskan pada bulan Maret 2026 bertepatan dengan momentum yang lebih pas, yakni penandatanganan MOU pengunaan secara resmi bahasa Indonesia di Vatican News pada Rabu (25/03/26).

Sementara penanggung jawab penerbitan, AM Putut Prabantoro yang juga Founder PWKI, menjelaskan bahwa Palmerah Syndicate adalah penerbitan buku yang dikelola oleh para wartawan purna tugas dari Harian Kompas.  

“Kolaborasi penerbitan buku antara KBRI Untuk Takhta Suci, PWKI dan Palmerah Syndicate dilakukan secara intens dan hati-hati. Alasan utama adalah, buku tersebut merupakan buku bilingual atau dwi-bahasa yakni Indonesia dan Italia. Ada ungkapan-ungkapan dalam terjemahannya harus disesuaikan secara budaya dan linguistic dari kedua bahasa. Untuk itu perlu kehati-hatian dan kecemartan ekstra,” ujar Putut Prabantoro.

Buku setebal 143 halaman ini memuat testimoni yang diberikan para tokoh lintas agama Indonesia.  

Mereka adalah Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA (Menteri Agama Republik Indonesia), Kardinal Ignatius Suharyo (Uskup Keuskupan Agung Jakarta dan Uskup Umat Katolik TNI/POLRI), Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah), KH Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Bhikhu Dhammasubho Mahāthera (Sangha Theravada Indonesia) dan Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty (Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia / PGI).

Selain itu, testimoni juga diberikan Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia – PHDI),  Prof. Dr. Philip K. Widjaja  (Ketua Umum PP Persatuan Umat Buddha Indonesia – PERMABUDHI), Dr. K.H. Marsudi Syuhud, M.A (Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia – MUI), Naen Soeryono,  SH.MH (Ketua Presidium Pusat Majelis Luhur Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Indonesia – MLKI), H. E. Archbishop Piero Pioppo (Duta Besar Takhta Suci Untuk Republik Indonesia), dan MGR Antonius Subianto Bunjamin OSC (Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia-KWI).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.