Operasi Ketupat Mahakam 2026, Mobilitas Perairan Balikpapan Meningkat Tajam
Budi Susilo March 28, 2026 09:07 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Aktivitas penumpang dan kendaraan di sejumlah gerbang laut Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mencatatkan peningkatan signifikan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026.

Berdasarkan data periode 13 Maret hingga 25 Maret 2026, puluhan ribu orang tercatat melintasi jalur perairan untuk mudik dan balik Lebaran.

Di Pelabuhan Feri Kariangau Balikpapan, mobilitas kendaraan mendominasi pergerakan. 

Tercatat sebanyak 39.811 penumpang berada di dalam kendaraan, sementara penumpang pejalan kaki mencapai 4.530 orang.

Baca juga: Catatan Polda Kaltim, Pelabuhan Klotok dan Feri Kariangau jadi Titik Terpadat Mudik 2026

Untuk volume kendaraan, sebanyak 8.863 unit roda dua dan 5.170 unit roda empat melintasi pelabuhan penghubung utama ini.

Penumpang kapal Pelni Doro Londa saat berlayar dari Kota Palu, Sulawesi Tengah menuju Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada 25 Maret 2026 saat musim arus balik lebaran Idul Fitri. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)
Penumpang kapal Pelni Doro Londa saat berlayar dari Kota Palu, Sulawesi Tengah menuju Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada 25 Maret 2026 saat musim arus balik lebaran Idul Fitri. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO) (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Kepadatan juga terlihat di titik penyeberangan lainnya:

  • Pelabuhan Klotok Kampung Baru:

Menjadi titik tersibuk untuk kendaraan roda dua dengan total 18.466 penumpang dan 3.507 unit motor yang menyeberang.

  • Pelabuhan Speedboat Chevron Semayang: 

Mencatat pergerakan penumpang sebanyak 5.642 orang selama periode operasi.

Direktur Polairud Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Restika Pardamaean Nainggolan, menjelaskan bahwa tingginya angka pergerakan ini merupakan bagian dari dinamika rutin arus mudik dan balik di Kalimantan Timur.

Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam, aktivitas masyarakat di jalur perairan memang mengalami peningkatan signifikan.

"Baik dari sisi jumlah penumpang maupun kendaraan,” ujar Kombes Pol Restika kepada TribunKaltim.co, Sabtu (28/3/2026).

Baca juga: Catatan Harian: Fenomena Mudik Lebaran hanya Ada di Indonesia

Optimalisasi Pengamanan Menyikapi lonjakan tersebut, Ditpolairud Polda Kaltim telah menyiagakan personel untuk mengoptimalkan pengawasan di seluruh titik pelabuhan.

Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan dan kelancaran sirkulasi penumpang di tengah padatnya arus perjalanan.

“Kami pastikan pengamanan berjalan maksimal, mulai dari patroli perairan hingga pengawasan ketat di titik-titik keberangkatan dan kedatangan," bebernya. 

"Tujuannya agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Mengingat mobilitas yang masih tinggi, pihak kepolisian terus mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi aturan keselamatan transportasi laut, seperti penggunaan life jacket dan tidak memaksakan kapasitas muatan kendaraan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.