TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Arus balik Lebaran 2026 menuju Bali melalui lintasan penyeberangan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, diperkirakan mencapai puncaknya pada Sabtu hingga Minggu (28–29/3/2026).
Namun hingga H+5 Lebaran atau Jumat (27/3/2026), jumlah pemudik yang telah kembali ke Bali tercatat masih kurang dari separuh dari total pemudik yang sebelumnya keluar dari Pulau Dewata saat arus mudik.
Data dari ASDP Indonesia Ferry menunjukkan, sebanyak 242.164 orang telah kembali ke Bali melalui lintasan tersebut. Angka itu setara dengan sekitar 47 persen dari total pemudik yang meninggalkan Bali saat arus mudik.
“Sementara untuk kendaraan, yang sudah kembali mencapai 46 persen atau sebanyak 75.501 unit,” kata Wakil Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Yossianis Marciano, di Banyuwangi, Sabtu (28/3/2026).
Baca juga: BREAKING NEWS: Libur Lebaran Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Papuma Jember, Satu Hilang
Pemudik Diminta Atur Jadwal Perjalanan
Dengan masih banyaknya pemudik yang belum kembali ke Bali, pihak ASDP mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan agar tidak menumpuk pada satu waktu.
“Kepulangan dapat dilakukan mulai hari ini, besok, serta memanfaatkan kebijakan pemerintah terkait work from anywhere untuk kembali ke Pulau Bali,” ujarnya.
Arus Kendaraan Ramai Tapi Lancar
Pantauan di kawasan Pelabuhan Ketapang pada Sabtu menunjukkan arus kendaraan menuju pelabuhan terpantau ramai namun tetap lancar. Tidak terlihat kemacetan panjang kendaraan pribadi di jalur menuju pelabuhan.
ASDP memprediksi kondisi serupa masih akan terjadi hingga Minggu, yang diperkirakan menjadi puncak arus balik.
“Terkait kepadatan hari ini, diprediksi kondisi serupa juga akan terjadi besok. Puncak arus balik diperkirakan berlangsung hari ini dan besok, seiring dengan tradisi Lebaran Ketupat yang baru saja dilaksanakan,” jelasnya.
Baca juga: 20 Persen Kentungan Masuk PADes, Kemendes Dorong Desa di Bondowoso Sukseskan Koperasi Merah Putih
Tambah Kapal Penyeberangan
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, ASDP telah menerapkan skenario operasi padat dengan menambah jumlah kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Jumlah kapal yang sebelumnya beroperasi sebanyak 28 unit ditambah menjadi 30 unit selama masa puncak arus balik.
“Sampai saat ini kondisi masih terkelola dengan baik dan para pemudik tidak menunggu terlalu lama. Namun jika eskalasi meningkat, khususnya pada malam hari, jumlah kapal bisa ditambah hingga mendekati 40 kapal,” ujarnya.
ASDP juga memprioritaskan penyeberangan bagi kendaraan roda dua, mobil pribadi, dan bus selama puncak arus balik.
Sementara kendaraan truk besar diimbau untuk menunggu di kantong parkir yang telah disediakan agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
ASDP memperkirakan jumlah kendaraan yang menyeberang menuju Bali pada Sabtu mencapai sekitar 20 ribu unit. Namun hingga siang hari, baru sekitar 5 ribu kendaraan yang telah menyeberang.
Baca juga: Tradisi Kupatan Jember, 36 Pegon Diarak 6 Km ke Pantai Watu Ulo
Secara keseluruhan, pergerakan penumpang di lintasan Jawa–Bali mulai H-10 hingga H+5 Lebaran mencapai 1.140.238 orang.
Jumlah tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dibandingkan tahun lalu, angka ini turun sekitar 1 persen. Sementara total kendaraan yang melintas mencapai 326.264 unit atau meningkat sekitar 1 persen dibandingkan tahun 2025,” pungkasnya.