TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju terus memperkuat keandalan dan optimalisasi operasional guna menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat, khususnya di tengah dinamika kebutuhan energi nasional.
Sebagai salah satu kilang tertua di Indonesia yang telah beroperasi lebih dari satu abad, Kilang Plaju memiliki peran strategis sebagai penopang energi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) serta berkontribusi besar terhadap ketahanan energi nasional.
Dengan kapasitas desain produksi mencapai 120 MBSD (Million Barrel Steam Day), kilang ini menjadi bagian krusial dalam rantai pasok energi nasional.
Dalam menjaga performa, Kilang Plaju secara konsisten melakukan optimalisasi proses produksi dan penguatan keandalan fasilitas.
Kilang Plaju mengoperasikan lima unit utama Crude Distillation Unit (CDU) yang didukung oleh berbagai unit lanjutan seperti High Vacuum Unit (HVU), Fluid Catalytic Cracking Unit (FCCU), serta unit penunjang lainnya, termasuk Polypropylene Plant (PP), Gas Plant, Effluent Water Treatment Plant (EWTP), dan fasilitas Offsite dan Utility (UTL).
Upaya penguatan operasional ini ditopang oleh komitmen seluruh pekerja dalam menjaga keselamatan kerja (safety) guna memastikan proses produksi berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, menyampaikan bahwa keandalan operasional kilang merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan energi.
“Keandalan operasional Kilang Plaju menjadi faktor penting dalam memastikan pasokan energi tetap terjaga. Kami terus berupaya menjaga stabilitas produksi agar dapat memenuhi kebutuhan energi masyarakat, baik di wilayah Sumbagsel maupun secara nasional,” ujarnya kepada Tribunsumsel.com, Sabtu (28/3/2026).
Melalui penguatan keandalan ini, Kilang Plaju berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas pasokan energi nasional secara berkelanjutan.