Diduga Kesal Bau Ternak Babi, Jefri Tikam Tetangganya Membabi-buta 9 Kali
Noval Andriansyah March 28, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Medan - Kesal lantaran terganggu bau dari ternak babi, seorang pria bernama Jefri Fernandus Sitindaon (41) nekat tikam tetangganya, Swita Sidebang (30).

Tak hanya satu kali, Jefri bahkan menikam korban secara membabi buta sebanyak 9 kali.

Korban yang mengalami luka tusuk parah harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Aksi Jefri tersebut terjadi tepatnya di Jalan Asrama, Kelurahan Helvetia, Medan Helvetia, pada Kamis 19 Maret 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.

Seusai insiden tersebut, Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Medan Helvetia akhirnya mengamankan Jefri.

Baca juga: Tikam Polta Jaya hingga Tewas, Pelaku K Diburu Polisi dan Diminta Segera Menyerahkan Diri

Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribun-Medan.com, Kapolsek Helvetia Kompol Nelson Sipahutar mengatakan, Jefri menusuk tetangganya itu menggunakan pahat, hingga bercucuran darah, luka-luka.

Satu di antara motif tersangka menikam tetangganya diduga lantaran kesal aroma tak sedap dari ternak babi keluarga korban.

Kemudian, hubungan bertetangga keduanya juga sudah lama tak akur.

Ditambah, saat kejadian, korban sedang menyapu mengenai korban dan dianggap sengaja membuang sampah ke arahnya.

"Kalau untuk memelihara babi, memang sudah lama. Tapi, tersangka memang menyampaikan bahwa ada bau tidak sedap."

"Jadi, mungkin itu salah satunya korban sama abangnya dengan tersangka memang sudah berapa tahun ini memang tidak akur," kata Kapolsek Helvetia Kompol Nelson Sipahutar, Sabtu (28/3/2026).

"Sudah pernah juga berselisih paham, tapi ya diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi mungkin inilah puncaknya si tersangka ini merasa diremehkan,"sambungnya.

Lanjut Kompol Nelson, antara korban dan tersangka merupakan tetangga dekat, satu dinding.

Bahkan, rumah yang ditempati korban dibeli dari keluarga tersangka.

Kasus ini bermula ketika korban sedang menyapu halaman rumah.

Saat itu tersangka sedang di depan rumah, dan merasa terganggu.

Ia merasa debu yang disapu korban sengaja diarahkan ke pelaku.

Merasa harga dirinya terhina, tersangka masuk ke dalam rumah mengambil pahat, menghampiri korban.

Dengan membabi-buta tersangka menikam korban sebanyak 9 kali.

"Menurut keterangan tersangka JFS, ketika korban menyapu rumah, debu mengenai dirinya,"ujarnya.

"Akhirnya, tersangka marah, emosi, dan langsung mengambil pahat di garasi,"tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.