TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Simak nih, berikut ini ala ayuning dewasa pada hari Minggu 29 Maret 2026 sesuai Kalender Bali: Redite Kliwon Watugunung.
Pada hari ini menjadi hari yang baik untuk melakukan beberapa kegiatan penting yang menurut kepercayaan Hindu sesuai dengan ala ayuning dewasa.
Berikut adalah baik buruknya hari pada Redite Kliwon Watugunung, Minggu 29 Maret 2026, berdasarkan kalender Bali:
Carik Walangati
Makna: Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. (Alahing dewasa 3).
Baca juga: Dua Restoran Indonesia Masuk Asia’s 50 Best Restaurants 2026, Termasuk Locavore NXT Dari Ubud Bali
Geni Rawana
Makna: Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam. (Alahing dewasa 2).
Kajeng Kliwon Enyitan
Makna: Baik untuk memulai membuat sesikepan atau sesuatu yang berkekuatan gaib (Alahing dewasa 2).
Kajeng Rendetan
Makna: Baik untuk menanam tumbuhan yang menghasilkan buah. (Alahing dewasa 2).
Kala Buingrau
Makna: Baik untuk menebang kayu, membuat bubu, memuja pitra. Tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah. (Alahing dewasa 4).
Kala Jangkut
Makna: Baik untuk membuat pencar, jaring, senjata. (Alahing dewasa 4).
Baca juga: Pasca Lebaran, Polda Bali Terus Awasi Harga Pangan, Nekat Mainkan HET Izin Usaha Terancam Dicabut
Kala Kutila Manik
Makna: Baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, alat perangkap, upacara Bhuta Yadnya. (Alahing dewasa 4).
Kala Rumpuh
Makna: Tidak baik untuk pindah rumah, memulai memelihara ayam, itik, sapi, kerbau, kambing, babi (ternak). (Alahing dewasa 3).
Kaleburau
Makna: Tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben (Alahing dewasa 3).
Lebur Awu
Makna: Tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun rumah, mengatapi rumah. Baik untuk membangun irigasi. (Alahing dewasa 4).
Pepedan
Makna: Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. (Alahing dewasa 3).
Rekatadala Ayudana
Makna: Baik untuk menanam tanaman yang beruas/berbuku, melakukan dana punia (beramal). (Alahing dewasa 2).
Salah Wadi
Makna: Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll. (Alahing dewasa 3).
Baca juga: Imigrasi Ngurah Rai Bali Amankan Buronan Interpol, Pimpinan Organisasi Kriminal Internasional
Semut Sedulur
Makna: Baik untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, membentuk perkumpulan. Tidak baik mengubur atau membakar mayat. (Alahing dewasa 4).
Srigati Jenek
Makna: Baik untuk membibit/menanam padi, menyimpan padi dilumbung, serta pelaksanaan upacaranya. (Alahing dewasa 4).
Titibuwuk
Makna: Baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian, membuat tangga/banggul. (Alahing dewasa 3).
Daftar Rerainan Maret 2026
03-03-2026. Purnama
04-03-2026. Buda Keliwon Ugu
14-03-2026. Kajeng Keliwon Uwudan
14-03-2026. Tumpek Wayang
18-03-2026. Buda Wage Kulawu
18-03-2026. Tilem
19-03-2026. Hari Raya Nyepi
20-03-2026. Hari Bhatara Sri
20-03-2026. Ngembak Geni
24-03-2026. Anggara Kasih Dukut
29-03-2026. Kajeng Keliwon Enyitan
29-03-2026. Kajeng Keliwon Pamelastali/Watugunung Runtuh
31-03-2026. Paid-Paidan
Hari Libur Maret 2026
19-03-2026. Hari Raya Nyepi
21-03-2026. Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah
22-03-2026. Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah
Hari Cuti Bersama Maret 2026
18-03-2026. Nyepi Tahun Baru Saka 1948
20-03-2026. Idul Fitri 1447 Hijriah
23-03-2026. Idul Fitri 1447 Hijriah
24-03-2026. Idul Fitri 1447 Hijriah
Hari Fakultatif Maret 2026
20-03-2026. Ngembak Geni
Hari Peringatan Bulan Maret 2026
01-03-2026. Hari Kehakiman Indonesia
03-03-2026. Hari Dewan Kerajinan Indonesia
06-03-2026. HUT Kostrad
11-03-2026. Hari Supersemar
18-03-2026. Hari Arsitektur Indonesia
23-03-2026. Hari Meteorologi Sedunia
30-03-2026. HUT Kota Singaraja
Nah demikian ala ayuning dewasa pada hari Minggu 29 Maret 2026 sesuai Kalender Bali: Redite Kliwon Watugunung. (*)