Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aksi pungutan liar (pungli) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nagrog, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung saat momen ziarah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah viral di sosial media.
Dalam video yang beredar, seorang peziarah yang saat itu menggunakan mobil langsung diminta uang parkir Rp10 ribu oleh seorang pria. Padahal, biasanya tarif parkir di TPU Nagrog tersebut tidak pernah ditentukan.
"Ini di TPU Nagrog, biasa (tarif parkir) tidak ditentukan kita ngasih ya ngasih saja," ujar seorang pria dalam video yang beredar dikutip, Sabtu (28/3/2026).
Namun saat momen Lebaran, warga yang baru masuk ke TPU langsung diminta Rp10 ribu. Sehingga dia meminta pemerintah untuk melakukan penertiban.
"Masalah pungli di Bandung enggak beres-beres, cobalah ditertibkan," katanya.
Baca juga: Dua Gol Beckham di Timnas Indonesia Bikin Bobotoh Terharu, Pentolan Bomber: Jawab Hujatan di Medsos
Menanggapi hal ini, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengakui, praktik pungli di sejumlah TPU masih menjadi tantangan yang tidak mudah untuk diberantas secara instan.
Namun pihaknya terus melakukan berbagai penertiban dan pengawasan di lapangan.
"TPU ini memang sedang kita lakukan penertiban. Tapi harus diakui, sangat sulit bagi kami untuk langsung menghilangkan pungli. Karena itu, kami terus berupaya membatasi dan menekan praktik tersebut," ucap Farhan.
Atas hal tersebut, pihaknya telah memberikan arahan kepada seluruh jajaran kewilayahan agar lebih aktif menjaga kenyamanan masyarakat, terutama bagi para peziarah yang datang untuk berdoa di makam keluarga.
Perhatian khusus juga diberikan pada kawasan Nagrog yang menjadi salah satu titik padat aktivitas ziarah.
Farhan menyampaikan apresiasi kepada tokoh masyarakat setempat yang telah berkontribusi dengan menyediakan sebagian lahan permukiman sebagai area parkir sementara.
"Untuk Nagrog, saya ucapkan terima kasih kepada tokoh masyarakat yang sudah membantu menyediakan lahan parkir. Ini sangat membantu kelancaran dan kenyamanan para peziarah," ujarnya.
Baca juga: Pohon dan Reklame Tumbang di Buahbatu, BMKG: Gelombang Equatorial Rossby Picu Hujan Badai di Bandung
Untuk ke depan, Pemkot Bandung juga berencana melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut dengan menerapkan sistem satu arah guna mengurangi kepadatan dan potensi kemacetan.
Selain itu, upaya penanganan pungli akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan unsur kewilayahan. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir keluhan masyarakat serta menciptakan suasana ziarah yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
"Dengan kerja sama semua pihak, kita ingin memastikan masyarakat bisa berziarah dengan tenang, tanpa gangguan, dan tetap merasa aman selama masa libur Lebaran," kata Farhan. (*)