TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kebahagiaan kini tengah dirasakan oleh aktris Aurelie Moeremans yang sedang menikmati babak baru dalam kehidupannya.
Setelah resmi menikah dengan Tyler Bigenho pada tahun 2024, Aurelie kini menjalani peran sebagai seorang ibu dengan penuh suka cita.
Kehadiran putra pertama mereka, Thomas, membawa perubahan besar sekaligus kebahagiaan yang mendalam bagi kehidupan rumah tangga pasangan ini.
Bintang film Story of Kale tersebut mengaku tengah berada dalam fase paling membahagiakan, meski baru saja melalui masa pasca persalinan yang kerap menjadi tantangan bagi banyak ibu baru.
Menariknya, di saat sebagian perempuan harus menghadapi kondisi baby blues, Aurelie justru mengaku tidak merasakan hal tersebut sama sekali.
Ia bahkan sering diliputi perasaan haru yang begitu dalam hingga meneteskan air mata bahagia saat melihat sang buah hati.
• Vincent Verhaag Ungkap Pola Asuh “Skema 7-7-7”, Kunci Disiplin Anak hingga Berprestasi
Menurut pengakuannya, momen menjadi seorang ibu justru membuatnya merasa penuh cinta dan emosi positif. Rasa “overwhelmed” yang ia rasakan bukanlah tekanan, melainkan bentuk kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Kondisi mental Aurelie yang tetap stabil dan bahagia rupanya tidak lepas dari dukungan lingkungan sekitar yang sangat kuat.
Ia dikelilingi oleh keluarga yang selalu siap membantu, sehingga beban yang biasanya dirasakan ibu baru dapat berkurang secara signifikan.
Sang ibu bahkan rela datang jauh-jauh dari Indonesia ke Amerika Serikat demi mendampingi dan membantu mengurus kebutuhan rumah tangga.
Kehadiran sang ibu membuat Aurelie dapat sepenuhnya fokus membangun ikatan emosional dengan bayinya tanpa harus disibukkan dengan pekerjaan domestik.
Selain itu, dukungan juga datang dari ibu mertua yang tinggal tidak jauh dari rumah mereka.
Dengan jarak yang hanya sekitar lima menit, bantuan pun dapat diberikan dengan cepat saat dibutuhkan.
Peran sang suami, Tyler Bigenho, juga tak kalah penting. Ia menunjukkan keterlibatan penuh dalam mengurus sang buah hati sejak lahir, mulai dari hal-hal sederhana hingga tugas teknis seperti mengganti popok.
Kehadiran suami yang suportif ini semakin memperkuat kondisi emosional Aurelie.
Seiring berjalannya waktu, pola tidur Baby Thomas pun mulai teratur, sehingga membantu Aurelie mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
• Gabungkan Puasa Syawal dan Puasa Qadha Ramadhan, Lipat Gandakan Pahala, Niat dan Tata Cara Puasa
Kini, sang bayi dapat tidur lebih lama di malam hari dan hanya terbangun untuk menyusu sebelum kembali terlelap hingga pagi.
Dengan dukungan keluarga yang solid serta pembagian peran yang seimbang, Aurelie Moeremans membuktikan bahwa masa awal menjadi ibu bisa dijalani dengan penuh kebahagiaan.
Pengalamannya ini pun menjadi inspirasi bagi banyak perempuan bahwa support system yang kuat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental pascamelahirkan.(*)