TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Mentri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau titik krusial yang menjadi masalah meluapnya Sungai Babakan di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah
Pihaknya menilai, masalah meluapnya Sungai Babakan lantaran tersumbatnya air pada muara sungai.
"Kalau pengalaman kita di Aceh itu menunjukan kalau yang paling cepet itu kalau masalah sungai itu muara nya diberesin dulu."
"Muaranya di beresin dulu, efektifitasnya seperti apa gitu."
"Muara sungainya itu di beresi dulu. Tadi sudah saya perintahkan," ujar Dody Hanggodo usai meninjau muara Sungai Babakan, pada Sabtu 28 Maret 2026.
Dengan diselesaikan pengerjaan di muara Sungai Babakan, tidak akan ada lagi banjir hingga meluber ke badan jalan.
Ia juga menargetkan pada 2026 akhir pengerjaan revitalisasi sungai sudah selesai.
"Yang paling penting manakala hujan deras lagi jangan sampai limpas ke jalan, harapan saya itu muaranya aliran sungai bisa lebih cepet ke laut."
"Di akhir 2026 di targetkan selesai," tegasnya.
Menteri PU menyebut masalah banjir pada saat arus mudik yang merendam jalan Nasional Pejagan-Ketanggungan karena meluapnya Sungai Babakan.
Pihaknya bahkan enggan berhenti pada tempat istirahat dan lebih memilih lansung meninjau muara Sungai Babakan agar segera bisa memberikan solusi.
Ia bahakan menyinggung kepala balai yang terlalu protokoler.
"Banjir kemarin sih masalah ada di sungai ini, makanya saya tidak mau berhenti di tempat yang tadi. kenapa, saya pengin tahu masalahnya apa."
"Saya ini suka ngomel sama kepala balai saya ini gak perlu di kasih tenda gak perlu lagi."
"Saya sudah lihat kondisi sungainya seperti ini."
"Teman-teman ini suka meremehkan yang kecil-kecil," kata Dody.
Mentri PU memastikan, jika masalah banjir salah satunya ada pada muara sungai
"Lah itu karena muaranya kotor, coba kalau muaranya itu di bersihin Insya Alloh airnya lebih lancar, gak limpas sampai ke jalan."
"Itu teorinya sudah kita coba di Aceh dan dan bener begitu," ungkapnya.
Meski muara sungai sudah di perbaiki kata Dody, penanganan Sungai Babakan tak berhenti disitu saja. Ia akan menyelesaikan pengerjaan revitalisasi hingga ke hulu dengan anggaran multi years Rp 270 miliar.
"Nanti kita benerin ke belakang, saya tidak bicara berhenti di muara nggak tetep di belakang kita kerjain."
"Cuman yang kita kejar muaranya."
"Muaranya beres Ari dari hulu lancar baru kita ke belakang pelan-pelan nih."
"Tapi kalau kita mulai dari belakang hulu, repot lah kebendung disni nanti.
"Artinya mitigasinya di mulai dari muara ke belakang," tandasnya.
Di akhir statmennya, Dody juga memastikan jika tahun 2026 banjir tidak akan lagi limpas ke badan jalan.
"Pokoknya kita kejar musim hujan 2026 tidak ada lagi limpas ke jalan raya," pungkasnya. (Pet).