TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Memasuki fase arus balik Lebaran, mobilitas masyarakat meningkat signifikan di berbagai jalur transportasi, termasuk di wilayah Jawa Barat. Kondisi ini menuntut kewaspadaan lebih tinggi dari seluruh pengguna jalan, mengingat potensi kelelahan, kepadatan lalu lintas, serta faktor cuaca yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Sri Dewi Anggraini, mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri dalam perjalanan dan selalu mengutamakan keselamatan di atas segalanya.
Menurutnya, momen kembali dari kampung halaman seringkali diwarnai dengan kelelahan fisik yang berisiko menurunkan konsentrasi saat berkendara.
“Arus balik bukan hanya soal kembali ke rutinitas, tapi juga tentang bagaimana kita bisa sampai dengan selamat. Jangan memaksakan diri jika lelah, manfaatkan rest area atau posko mudik untuk beristirahat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama, baik oleh pengemudi, penumpang, maupun pihak terkait yang menyediakan layanan transportasi.
Pemerintah, menurutnya, perlu memastikan kesiapan infrastruktur, kelancaran lalu lintas, serta ketersediaan fasilitas pendukung yang memadai.
Selain itu, Sri Dewi juga mengapresiasi kehadiran berbagai posko mudik yang disediakan oleh pemerintah, aparat, maupun organisasi masyarakat.
Posko tersebut dinilai sangat membantu pemudik dalam mendapatkan tempat istirahat, layanan kesehatan, serta informasi perjalanan.
“Keberadaan posko mudik menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan perjalanan. Saya mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas ini, karena keselamatan adalah prioritas utama,” tambahnya.
Ia juga mengimbau para pemudik untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan, serta mematuhi aturan lalu lintas demi menghindari risiko kecelakaan.
Dengan meningkatnya arus kendaraan di masa arus balik ini, Sri Dewi berharap seluruh pihak dapat saling menjaga dan mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan utama, bukan sekadar pilihan.
“Lebaran adalah tentang kebahagiaan. Jangan sampai perjalanan pulang justru meninggalkan duka. Mari kita jaga diri, jaga keluarga, dan utamakan keselamatan,” pungkasnya.