Emil Dardak Apresiasi Industri Ikan Patin Trenggalek, Tembus Pasar Nasional hingga IKN
Ndaru Wijayanto March 29, 2026 01:14 AM

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi pertumbuhan investasi di Kabupaten Trenggalek yang menunjukkan tren positif. 

Salah satu indikatornya adalah munculnya berbagai perusahaan dan industri baru yang mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.

Hal itu disampaikan Emil saat merayakan Lebaran Ketupat di Trenggalek.

Dalam perjalanan menuju ke lokasi, ia menyempatkan diri meninjau pabrik pengolahan fillet ikan patin di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan.

Menurut Emil, keberadaan industri tersebut menjadi contoh nyata berkembangnya sektor pengolahan hasil perikanan di Trenggalek dengan pasar yang sudah menjangkau skala nasional.

Baca juga: Wagub Emil Pulang Kampung, Lebaran Ketupat Durenan Trenggalek Dipadati Warga

"Tadi dalam perjalanan saya mampir ke pabrik pengolahan ikan patin di Kedunglurah. Saya senang sekali melihat pangsa pasarnya sudah luas, bahkan sampai ke IKN (Ibu Kota Negara)," kata Emil, Sabtu (28/3/2026).

Fasilitas dari pabrik fillet tersebut juga memenuhi standar sehingga produknya pun bisa masuk retail modern bahkan bisa memasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menjelaskan, bahan baku fillet ikan patin tersebut tidak hanya berasal dari Trenggalek, tetapi juga disuplai dari daerah sekitar seperti Blitar dan Tulungagung.

Lokasi pabrik yang berada di jalur nasional dinilai sangat strategis untuk mendukung distribusi produk. Terlebih lagi jalan Tol Kertosono-Kediri-Tulungagung juga terus dikebut yang diyakini juga akan ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Mataraman.

"Pengadaan tanah memang belum tuntas dan pelaksanaannya dilakukan bertahap karena ada penyesuaian prioritas nasional. Namun proyek ini tidak dihentikan, tetap berjalan, hanya durasi persiapan dan pengerjaannya yang disesuaikan," ucapnya.

Mantan Bupati Trenggalek tersebut berharap keberadaan industri semacam ini dapat menjadi mesin penggerak ekonomi baru sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

"Kami mengapresiasi pengusaha yang berani berinvestasi membangun industri dan menciptakan lapangan kerja. Apalagi mereka juga ikut menyuplai kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG)," jelas Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur tersebut.

Ia menambahkan, pemerintah melalui Satgas MBG menekankan pentingnya pemanfaatan pemasok lokal dalam memenuhi kebutuhan program nasional tersebut. Hal itu juga telah dikoordinasikan bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

"Yang diutamakan adalah supplier lokal terlebih dahulu. Jika kebutuhan belum tercukupi, baru mengambil dari luar daerah," pungkasnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.