Lampung Selatan (ANTARA) - Ribuan penumpang pejalan kaki dan kendaraan pribadi pemilir masih terus berdatangan dan memadati area Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, pada arus balik H+7 Lebaran 2026 atau Minggu dini hari.
Dari Sabtu (28/3) pukul 23.00 WIB hingga Minggu (29/3) jam 00.30 WIB, aktivitas pemilir yang hendak menyeberang menuju Pelabuhan Merak, Banten tersebut, masih terus berdatangan dan memadati kawasan pelabuhan.
Kendaraan para pemilir yang terus berdatangan membuat sejumlah personel kepolisian, TNI, dan petugas ASDP sibuk mengatur arus lalu lintas di dalam pelabuhan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
Tidak hanya kendaraan, para penumpang pejalan kaki juga terpantau masih terus berdatangan di Pelabuhan Bakauheni hingga Minggu dini hari.
Sejumlah pemilir mengaku memilih kembali ke hilir pada malam puncak arus balik gelombang kedua, karena akan segera kembali bekerja, dan sebagian lagi untuk menghindari kepadatan puncak arus milir saat siang hari.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (persero) Heru Widodo saat diwawancarai di Bakauheni, Sabtu, mengatakan puncak arus balik di Pelabuhan Bakauheni terjadi pada Sabtu dan Ahad atau H+6 hingga H+7.
“Prediksi kami jumlah kendaraan yang menyeberang menuju pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni mencapai 25.000 hingga 27 ribu kendaraan pada puncak arus balik gelombang kedua ini,” kata dia.
Menurut dia, untuk mengatasi lonjakan dan penumpukan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni pihaknya telah menyiapkan strategi seperti delay system, skrining tiket hingga TBB (Tiba-Bongkar-Berangkat).
“Saya sampaikan jumlah yang sudah reservasi penumpang dari pukul 00.00 WIB sampai dengan 15.30 WIB pada hari ini sudah mencapai 18 ribu kendaraan, saya meyakini bahwa karakteristik penumpang yang melakukan perjalanan malam hari masih tinggi. Kami akan memberlakukan skema TBB,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat kunjungan kerja di Pelabuhan Bakauheni pada Sabtu sore menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak, termasuk masyarakat yang telah disiplin mengikuti arahan petugas.
"Baik arus mudik maupun balik tahun ini berjalan dengan baik. Dari Bakauheni, masih tersisa sekitar 30 persen pemudik. Seluruh skema telah disiapkan, mulai dari buffer zone, delaying system, hingga kapal tambahan, sehingga kepadatan dapat diurai dalam dua hari ke depan,” ucap dia.






