TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA – Kabar gembira bagi pelanggan PLN di seluruh Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan bahwa tarif listrik April 2026 hingga Juni mendatang tidak mengalami kenaikan. Keputusan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa parameter ekonomi makro saat ini memungkinkan pemerintah untuk mempertahankan tarif lama pada triwulan II tahun 2026.
“Masyarakat tidak perlu cemas, karena Pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode triwulan II tahun 2026 tetap,” ujar Tri Winarno sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Minggu (29/3/2026).
Rincian Tarif Listrik Rumah Tangga April 2026
Meskipun tidak naik, masyarakat perlu mencermati kembali besaran tarif per kWh untuk mengatur penggunaan energi secara bijak.
Baca juga: Bidik Tiket Liga 3: Persibangga Rekrut 10 Pemain Bintang dan Amankan 10 Sponsor Kakap
Berikut adalah rincian tarif listrik nonsubsidi dan subsidi yang berlaku per 1 April 2026:
1. Golongan Subsidi:
R-1/TR 450 VA: Rp415 per kWh
R-1/TR 900 VA: Rp605 per kWh
2. Golongan Nonsubsidi (Tarif Adjustment):
900 VA-RTM: Rp1.352 per kWh
1.300 VA & 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh
3.500 VA s.d. 5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh
6.600 VA ke atas: Rp1.699,53 per kWh
Simulasi Beli Token Rp100 Ribu: Dapat Berapa kWh?
Penting bagi pelanggan prabayar untuk memahami bahwa harga token listrik PLN yang dibeli akan dipotong Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang besarnya bervariasi tergantung kebijakan daerah.
Sebagai contoh, bagi warga Jakarta dengan PPJ berkisar 2,4 persen hingga 4 % , berikut simulasi hasil kWh yang didapat jika membeli token sebesar Rp100.000:
Daya Rumah Tangga Estimasi kWh yang Didapat
900 VA (Nonsubsidi) 72,19 kWh
1.300 - 2.200 VA 67,56 kWh
3.500 - 5.500 VA 57,07 kWh
6.600 VA ke Atas 56,49 kWh
Pemerintah terus mengimbau agar masyarakat tetap menggunakan listrik secara efisien. "Gunakan listrik secara bijak sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung ketahanan energi nasional," pungkas Tri.
Dengan tetapnya tarif listrik April 2026, beban operasional rumah tangga diharapkan dapat lebih stabil di tengah persiapan kebutuhan lebaran yang biasanya meningkat. (aditya/kps)
Baca juga: Front Baru Iran: Houthi Yaman Resmi Terlibat Perang, Gempur Israel dan Ancam Tutup Jalur Laut Merah