SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON — Kapal serbu amfibi milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Tripoli, dilaporkan telah tiba di kawasan Timur Tengah pada Jumat (27/3/2026).
Kehadiran kapal ini memicu spekulasi meningkatnya kesiapan militer AS untuk kemungkinan operasi darat di Iran.
Menurut pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat, USS Tripoli yang biasanya berpangkalan di Jepang membawa sekitar 3.500 personel, terdiri dari Marinir dan awak kapal.
Kapal ini juga dilengkapi berbagai aset tempur, termasuk helikopter Seahawk, pesawat angkut V-22 Osprey, serta jet tempur F-35 Lightning II.
Kehadiran USS Tripoli terjadi di tengah laporan bahwa Pentagon tengah menyusun rencana operasi darat terbatas di Iran.
Berdasarkan laporan The Washington Post, operasi tersebut diperkirakan tidak akan berupa invasi besar-besaran, melainkan serangan terbatas oleh pasukan operasi khusus dan infanteri konvensional.
Target potensial operasi disebut mencakup Pulau Kharg dan wilayah pesisir di sekitar Selat Hormuz—jalur vital perdagangan energi global.
Meski demikian, hingga saat ini Presiden AS Donald Trump belum memberikan persetujuan resmi terkait pengerahan pasukan darat.
Baca juga: Hadapi Invasi AS, Iran Aktifkan Pasukan Elite NOHED 65 dan Saberin, Unit Pembunuh Rahasia
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Washington masih memiliki opsi untuk mencapai tujuannya di Iran tanpa perlu mengerahkan pasukan darat.
Di sisi lain, Iran dilaporkan telah meningkatkan kesiapsiagaan militernya.
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Teheran telah memperkuat sistem pertahanan di Pulau Kharg, termasuk memindahkan personel militer dan memasang ranjau di wilayah pesisir sebagai antisipasi kemungkinan pendaratan amfibi oleh pasukan AS.
Situasi ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang sebelumnya juga dipengaruhi konflik regional dan ancaman terhadap jalur pelayaran di Laut Merah serta Selat Hormuz.