Update Daftar Harga Terbaru BBM di Sulawesi Utara, Minggu 29 Maret 2026
Rizali Posumah March 29, 2026 03:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Situasi perang di Timur Tengah ikut memengaruhi harga minyak dunia. 

Di Indonesia, harga BBM di seluruh SPBU besar termasuk milik Pertamina naik per Maret 2026.

Kenaikan ini masih akan berlanjut karena akan ada penyesuaian lagi pada 1 April 2026.

Hingga Minggu 29 Maret 2026 ini, harga BBM di di seluruh SPBU di Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara masih mengacu pada penyesuaian harga yang diberlakukan PT Pertamina (Persero) sejak 1 Maret 2026.

Terbaru, berdasarkan pantauan di situs Pertamina Patra Niaga, harga produk Pertamax masih di kisaran Rp 12.900 pada Minggu, 29 Maret 2026.

Untuk harga BBM subside seperti Pertalite harganya masih sama yakni Rp 10.000 di seluruh daerah di Indonesia.

 “Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan secara berkala dan tetap menjadikan harga Pertamax dan Dex Series sebagai yang paling kompetitif," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dilansir pertaminapatraniaga.com. 

Daftar Harga BBM Pertamina di Sulawesi termasuk Sulawesi Utara dan Gorontalo

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Pertamax: Rp12.600 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp13.350 per liter
  • Biosolar: Rp6.800 per liter
  • Dexlite: Rp14.500 per liter
  • Pertamina Dex: Rp14.800 per liter

Kapal Indonesia Tertinggal di Selat Hormuz

Dikutip dari Kompas.com, Di tengah desing rudal dan gemuruh suara ledakan, ada kepentingan Indonesia yang juga tertinggal di Teluk Arab. 

Dua kapal milik Pertamina itu adalah Pertamina International Shipping (PIS) VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Kapal berisi bahan bakar minyak (BBM) ini harus parkir di Teluk Arab untuk menghindari "rudal nyasar" dari Iran yang sedang mempertahankan diri.

Bukan tanpa alasan, beberapa kapal tanker minyak Amerika Serikat pernah dirudal Iran saat melewati Selat Hormuz pada 14 Maret 2026.

Untuk menghindari hal yang sama, keduanya kini masih tertahan dan belum bisa melanjutkan perjalanan.

Di dalam negeri, pemerintah memutar otak agar kapal-kapal dengan muatan energi fosil itu bisa segera tiba memasok BBM ke Tanah Air.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, ini tidak mudah namun tidak juga mustahil untuk diusahakan.

Ia menegaskan, koordinasi intensif masih terus dibangun pemerintah Indonesia dengan Iran untuk mengeluarkan dua kapal RI dari kawasan konflik tersebut.

"Tapi komunikasi terus kita bangun," ucap dia.

Respons positif dari Iran Peran besar dalam koordinasi dan komunikasi intens dengan Iran ini diampu oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Kedutaan Besar RI di Teheran, Iran menjadi titik sentral komunikasi agar kapal-kapal yang terkatung-katung itu bisa segera pulang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mawengkang memberikan kabar positif terkait hasil terbaru komunikasi antara Iran dan Indonesia.

Dia bilang, Iran memberikan respons yang baik dan kondisi ini terus dipertahankan oleh para diplomat Indonesia yang bertugas.

Kini koordinasi berkembang hingga ke tahapan teknis hingga operasional untuk melewati Selat Hormuz.

"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran, yang saat ini sedang ditindaklanjuti oleh pihak terkait pada aspek teknis dan operasional," tutur Yvonne.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.