Usai Amukan Massa, Rumah Tauke Sawit di Pematang Raman Kini Tak Berpenghuni
Heri Prihartono March 29, 2026 04:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Pasca aksi perusakan yang terjadi beberapa hari lalu, rumah milik tauke sawit di Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh, kini tampak terbengkalai dan tidak lagi berpenghuni.

Dugaan perselingkuhan yang mencuat sebelumnya disebut menjadi pemicu kemarahan warga hingga berujung pada pengerusakan bangunan tersebut.

Pantauan di lokasi, Minggu (29/3/2026), rumah yang berada di pinggir jalan itu terlihat sepi tanpa aktivitas.

Tidak tampak adanya penghuni, sementara kondisi bangunan mengalami kerusakan di sejumlah bagian.

Kanopi teras depan terlihat roboh, pintu utama dalam kondisi rusak, serta pintu teralis digembok dan dirantai. Beberapa kaca jendela juga tampak pecah, diduga akibat amukan massa.

Situasi di sekitar lokasi pun cenderung lengang. Hanya sesekali kendaraan bermotor melintas, tanpa aktivitas warga yang berarti di sekitar rumah tersebut.

Seorang warga setempat membenarkan bahwa isu perselingkuhan mulai terungkap pada Selasa (24/3/2026) malam.

“Malam Rabu ketahuan, malam Kamis langsung sidang adat,” ujarnya singkat.

Warga lainnya juga menyebutkan bahwa sejak kejadian pengerusakan, rumah tersebut sudah tidak lagi ditempati.

“Tidak ada yang tinggal di situ,” katanya.

Meski demikian, warga sekitar memilih tidak banyak berkomentar terkait insiden tersebut.(Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)

Baca juga: Dugaan Perselingkuhan ke Aksi Massa, Konflik Desa Pematang Raman Memanas

Baca juga: Rumah Tauke Sawit Pematang Raman Kosong Pascadirusak Massa, Diduga Selingkuh

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.