Ilmu membaca garis tangan (palmistri) disebut sudah dikenal sejak 7000 tahun yang lalu. Ia dikaitkan dengan watak, umur, kesehatan, kecerdasan, dan nasib seseorang.
Artikel ini pernah tayang di Majalah INTISARI edisi September 1996 dengan judul "Hindu Anda Menurut Rajah Tangan" | Penulis:A. Hery Suyono
---
Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini
---
Intisari-Online.com -Kata ahli palmistri, watak, umur, kesehatan, kecerdasan, dan nasib seseorang ada kaitannya dengan bentuk rajah atau garis tangan. Juga bentuk jari-jemari dianggap berhubungan dengan hidup manusia.
Ada yang bilang masuk akal, ada pula yang menganggap ilmu itu tak berdasar. Yang jelas garis tangan tidak pernah ada yang sama, juga nasib orang.
Sekitar 7.000 tahun yang lalu, ilmu membaca rajah tangan (palmistri) mulai dikenal orang. Ada juga yang menyebutnya chirognomy, ilmu membaca watak, atau chiromancy, ilmu meramal nasib atau masa depan lewat tangan. Dari ukuran dan bentuk garis tangan, katanya, bisa terbaca keadaan umum manusia, misalnya tentang kesehatan, umur, cinta, dan keberuntungan.
Meski belum ada pembuktian secara ilmiah mengenai kebenaran ilmu itu, tidak sedikit orang yang percaya bahwa nasib dan keberuntungan manusia terbaca lewat garis tangan. Sampai-sampai buku kuno dan modern tentang ilmu itu sempat amat populer.
Konon, Raja Louis XVI, Napoleon Bonaparte, Adolf Hitler, Jenderal George Patton, Imelda Marcos, termasuk tokoh dunia yang percaya pada ramalan palmistri.
Filsuf Yunani Anaxagoras (500-428 SM) pernah bilang, "The superiority of man is owing to his hands." Lalu, kata Aristoteles (384-322 SM), “The hand is the organ of organs, the active agent of the passive power of the whole system."
Seperti halnya praktisi ilmu rajah zaman dulu, ahli palmistri modern pun mempercayai adanya hubungan antara ciri fisik (termasuk garis tangan) dan sifat dasar manusia. Bahkan, psikolog Jerman abad XX, Ernst Kretschmer, menyatakan ada hubungan antara bentuk fisik dan sakit jiwa (gila).
Teori lain menyebutkan ilmu rajah berasal dari Mesir kuno, lantas menyebar ke wilayah Asia Barat, India, dan Yunani. Sementara yang lain menganggap ilmu itu lahir di India, kemudian menyebar ke Yunani dan berkembang subur di Eropa Selatan, di kalangan kaum gipsi.
Palmistri juga dipraktikkan di Cina, Tibet, Persia, dan Mesopotamia. Dan kini, palmistri sudah menyebar ke seluruh dunia.
Garis otak pendek, IQ payah
Garis tangan kiri pria, menurut ramalan palmistri, merupakan garis nasib yang akan datang, sebaliknya bagi wanita mencerminkan kehidupan masa lalu. Rajah tangan kanan wanita, merupakan garis nasib, dan bagi pria merupakan tanda pengalaman masa lalu.
Tapi dalam praktik, watak manusia umumnya "dibaca" lewat pola garis tangan kiri. Sedangkan tangan kanan lebih untuk melihat potensi diri. Sementara itu menurut Haptop Best, ahli palmistri yang pernah praktik di Jakarta, garis tangan kiri dan tangan kanan pada pria dan wanita maknanya sama saja.
Secara umum, rajah yang jelas, tegas dan kontras, menunjukkan sifat terbuka. Sebaliknya, kalau garis tangan itu jelas, banyak serabutnya, menandakan orangnya tertutup dan banyak menyimpan rahasia.
Dalam palmistri, yang dianggap sebagai garis pokok telapak tangan adalah garis hidup, garis pikiran (intelektual), garis perasaan (hati), garis keberuntungan (nasib), garis bakat (kesempatan sukses), dan garis intuisi (wawasan). Ada beberapa garis tambahan-namun dianggap kurang penting, antara lain garis nafsu, garis perkawinan, garis kesehatan, garis kekayaan, dan garis kebahagiaan.
"Setiap manusia normal paling tidak harus punya tiga macam garis utama tangan," kata Haptop Best. Ketiga garis itu adalah garis hidup atau vitalitas (A), garis pikiran atau otak (B), dan garis perasaan (C). Ketiganya menunjang hidup manusia.
"Guratan garis tangan ada pengaruhnya dalam hidup manusia. Di situ terletak rahasia hidup. Masing-masing garis tangan mempunyai arti tertentu, tergantung ukuran dan bentuknya," jelasnya.
Garis hidup, misalnya, menunjukkan daya tahan seseorang terhadap kehidupan. "Makin panjang garis hidup, makin panjang umurnya dan tinggi vitalitasnya. Orang yang memiliki garis hidup yang panjang dan 'dalam', akan selalu sehat. Sebaliknya, kalau garisnya pendek dan terputus-putus, serta terdapat bentuk 'pulau' dan bulatan-bulatan kecil seperti rantai, dia gampang terserang penyakit atau sakit-sakitan," ujar Haptop Best.
Kalau pada garis hidup terdapat tanda bintang , lanjutnya, dia berpeluang mati karena ledakan (bom atau pesawat, misalnya). Garis tangan kurang bagus cenderung hidupnya sembrono, misalnya suka makan obat terlarang, dsb.
Basil Ivan Rakoczi, dalam Encyclopaedia of the Unexplained, menyebutkan bahwa garis hidup yang tipis dan seperti rantai, menunjukkan lemah fisik, suka mengembara, dan tidak stabil.
Kalau ada dua garis, justru menandakan kekuatan. Tiga garis bisa berarti jenius, nafsu (keinginan) besar, populer, dan kaya. Bila di sekitar garis hidup terdapat banyak garis-garis dan tanda, bisa berarti curang, tidak jujur, dan menyimpan obsesi seksual.
Sementara bentuk dan ukuran garis pikiran dapat mempengaruhi intelegensi seseorang. "Makin panjang — normalnya sampai di bawah jari manis — makin pintar orang itu. Kalau lebih pendek lagi, IQ-nya payah. Seorang psikopat dan idiot, garis pikirannya terdiri atas bulatan-bulatan kecil sambung-menyambung seperti rantai," kata Best.
Kalau terdapat "pulau" atau bulatan di tengahnya, tambahnya, orang itu cenderung nekat, gampang stres. "Pulau"-nya kecil, hanya stres ringan. Bila garis pikiran normal tapi terdapat tanda silang, dia berpeluang mengalami kecelakaan dengan luka di bagian kepala. Ada tanda bintang dia bakal mengalami kecelakaan fatal, misalnya gegar otak.
Garis perasaan berhubungan dengan emosi seseorang (perasaan cinta, senang, dsb). “Kalau garis perasaan cacat, dia cenderung berbahaya. Misal, garisnya sangat pendek, dia bisa menjadi kejam dan tak segan-segan membunuh. Kalau garisnya terputus-putus, orang itu mudah jantungan. Garis tidak menyambung dan agak melenting ke atas, cenderung memiliki kelainan seksual."
Tanda "bintang", milyuner
Dengan tiga garis pokok (A, B, dan C), syarat untuk hidup dianggap terpenuhi.
"Tapi untuk bisa hidup layak, manusia mesti mempunyai garis kerajinan atau garis ketekunan (D), yang dalam buku palmistri disebut garis keberuntungan. Orang yang mempunyai garis itu cenderung suka kerja keras dan rajin sehingga diberkahi keberuntungan," jelas Best yang pernah mengamati sekitar dua ratus ribu telapak tangan laki-laki dan perempuan, termasuk orang cacat mental di Indonesia, Singapura, Hongkong, Thailand, dan RRC.
Garis keberuntungan, menurutnya, bisa mempengaruhi tingkat kesuksesan. "Bila garisnya panjang, dia akan memiliki semangat tinggi. Ada garis keberuntungan dari bawah nampak ‘dalam’, tapi tidak memanjang sampai ke atas, atau ke atas makin tipis. Artinya, pada usia muda dia makmur, tapi masa tuanya memble. Sebaliknya, bila dari bawah tipis, dan makin ke atas makin 'dalam' menunjukkan masa tua tambah jaya," tuturnya.
Tidak setiap orang mempunyai garis itu. "Di dunia ini, hampir 60% tidak memiliki garis keberuntungan. Jadi, lebih banyak orang susah ketimbang orang makmur," ujarnya.
Orang yang tak punya garis itu, lanjutnya, akan sering mengalami stres. Berusaha di bidang apa saja selalu mengalami jalan buntu. Dia juga cenderung malas, mau bekerja tapi terpaksa.
Sedangkan yang punya garis keberuntungan, bekerja selama 12 jam sehari tak merasa capek dan menikmati banget pekerjaannya.
"Makin panjang garis itu, seseorang cenderung makin rajin bekerja. Apalagi bila garisnya bagus - panjang dan 'dalam' - dia akan sanggup bekerja selama 14 jam sehari. Orang begini otomatis bisa hidup mapan," tegasnya.
"Orang-orang sukses, rata-rata mempunyai garis itu. Contoh, Boris Yeltsin, Yasser Arafat, Menteri Harmoko, RoesIan Abdulgani, Mike Tyson, Bill Clinton, Ibu Kasur, dsb. Karier bisa bagus, meski tidak milyuner," kata Best yang mengoleksi ratusan foto rajah tangan berbagai tokoh dunia.
Tapi, kalau ingin menjadi konglomerat harus mempunyai garis kreativitas (E), yang menurut buku palmistri kuno disebut garis kekayaan. Selain berjiwa seni dan sangat kreatif, pemilik garis itu cenderung bisa sangat kaya.
"Orang akan lebih kaya lagi kalau ada tanda bintang di bawah jari manis. Biasanya dimiliki seorang penemu atau pakar. Contohnya, Bill Gates, Sultan Bolkiah, Michael Jackson," katanya.
Sebaliknya, bila di bawah jari tengah ada tanda silang, menurutnya, tidak bagus. Dia bisa menemui kematian tragis, misalnya dibunuh, dihukum mati, naik pesawat jatuh, dsb. Tapi matinya bakal terkenal.
"Sangat sedikit (15%) orang yang memiliki garis tangan bagus. Prof. Dr. Saleh Affif salah satu contoh yang punya garis pikiran, garis keberuntungan, garis kekayaan atau kreativitas yang bagus," katanya.
"Bagi yang tidak punya garis keberuntungan (yang adanya di bawah jari tengah) dan garis kekayaan (di bawah jari manis), akan mengalami hambatan dalam berusaha, karier, dan rezekinya seret. Sebaliknya, kalau punya kedua garis itu, ia akan cepat sukses, doyan bekerja, inovatif, efisien, dan selalu diberkahi keberuntungan," jelas penemu teknik membentuk garis tangan ini.
Haptop Best mengaku punya cara khusus untuk "merekayasa" atau memodifikasi salah satu garis tangan. Sebuah alat khusus ciptaannya, yang sudah terdaftar di Ditjen Hak Paten Dep. Kehakiman RI, selama ini dipakai sebagai sarana praktiknya.
Dengan "merekayasa" garis tangan, orang bersangkutan akan termotivasi untuk mengubah hidupnya ke arah yang lebih baik. Sayang, Haptop tak bersedia menjelaskan temuan dan mekanisme kerja alat tersebut. Kecuali dari sekilas pengamatan terhadap para pasiennya, ada yang telapak tangannya diplester setelah "digarap" oleh Haptop.
Tangan "api" itu artis
Bentuk tangan juga punya arti. Abad XX, peramal garis tangan dari Prancis, Casimir D'Arpentigny membagi bentuk tangan dalam tujuh tipe dasar. Masing-masing mengandung makna tertentu. Sementara ahli palmistri Jerman, Carl Gustav Carus, membaginya menjadi empat tipe.
Fred Gettings, ahli palmistri modern, mengaitkan karakter dengan ukuran telapak tangan dan panjang jari. Dia membagi empat tipe tangan. Pertama, tipe tangan "praktis", bercirikan telapak persegi dan jari-jemari pendek.
Orang demikian punya sifat keras tapi bersahaja. Kedua, tipe tangan "intuitif", ciri-ciri telapak tangan panjang dan jari pendek. Ini menandakan sifat aktif, angin-anginan, ambisius, dan individualistis.
Ketiga, tangan "sensitif", dengan ciri-ciri telapak dan jari panjang. Orang bertangan begini cenderung mementingkan diri sendiri, tak stabil, emosional, dan suka menghayal. Keempat, tangan "intelektual", telapak persegi dan jari panjang. Orangnya rapi dan tertib, komunikatif, cerdik, dan cepat mengerti.
Demikian juga ahli palmistri dan naturopath dari Australia, David Lane, dalam Majalah WellBeing, membedakan bentuk tangan dalam empat tipe, yakni tipe "bumi" (dasar), tipe "api" (kreatif), tipe "angin" (intelektual), tipe "air" (sensitif).
Tangan tipe "bumi" umumnya dimiliki pria. Besar, berotot, kasar, dengan jari-jemari kuat. Ini ciri-ciri orang praktisi, pekerja manual atau ahli mekanik. Temperamennya lamban, stabil, dan dalam hidupnya memperhatikan aspek material dan fisik, serta mampu menghadapi tantangan hidup dan menahan emosi. Keuangan dan kegelisahan sering menjadi masalah baginya.
Tangan "api" (pada wanita), dengan bentuk kecil, gemulai, telapak panjang dan jari lonjong. Dia berpikir cepat, intuisi kuat, pembawaan memikat, tapi emosional, dan cenderung ekstrovert. Cocok sebagai seniman, desainer, artis, dan jurnalis.
Tipe "angin" (pada pria maupun wanita), telapak berbentuk persegi, panjang jari seimbang (proporsional), dengan garis-garis tangan jelas dan agak banyak. Orang model ini lebih mengutamakan mental, dan biasanya banyak omong.
Tangan tipe "air" (pada wanita), berbentuk kurus dan berair. Wanita demikian biasanya emosional, gampang goyah atau tidak stabil, introvert, dan cenderung suka hal-hal spiritual. Orang begini biasanya susah beradaptasi dalam hidupnya.
Jempol bulat, jempol "pembunuh"
Basil Ivan Rakoczi menyebutkan bahwa karakter atau watak juga tercermin pada bentuk tangan dan jari, tekstur kulit, dan bentuk kuku. Tangan besar dan lurus, menunjukkan kepribadian meluap-luap, lincah, bersemangat, dan agresif.
Tangan panjang dan ramping menandakan kepribadian lemah-lembut tapi rewel. Tangan gemuk pendek, suka berpura-pura manis. Orang yang tangannya kurus dan kering, panjang dan persegi cenderung gugup, pintar, suka menyepi, dan ulet.
Tangan keras dan kokoh menunjukkan enerjik, suka olahraga, ingatan bagus, dan cenderung kejam. Tangan lembab tanda pemalas, tidak stabil, tapi murah hati. Tangan panas, cenderung periang, murah rezeki, tapi tak punya ketulusan. Tangan dingin, pendiam dan dermawan.
Orang yang telapak tangannya banyak garis atau guratan, jari kurus meruncing, dan garis perasaan terputus, menurut Basil, punya kecenderungan berpindah-pindah kerja, emosional, dan hubungan cinta berubah-ubah. Pria atau wanita demikian, konon, bakal menghadapi beberapa tragedi, dan perkawinannya tak langgeng.
Tangan kurus, kuat, berotot, dan panas dengan kulit kekuningan, cenderung temperamental, cepat marah. Guratan garis tangan nampak jelas dan berwarna coklat, jari jemari panjang dan berujung lebar, jempol besar, garis perasaan lurus, cenderung punya masalah pada pencernaan.
Ukuran dan bentuk jari juga disebut-sebut berkaitan dengan sifat dasar manusia. Jari-jemari panjang, sopan, suka was-was, sensitif, dan estetis.
Jari pendek, tidak sabaran, kreatif, perasaan mudah tersentuh, dan baik hati. Ujung jari meruncing, kurang sabar, gampang tersentuh, kreatif, penuh imajinasi, tapi tidak logis. Ujung jari persegi, rasional. Ujung jari melebar, aktif. Jari halus (licin), berdaya intuisi. Jari gemuk, orang sensual. Jari besar, temperamen lamban. Jari kecil dan panjang, intelektual. Jari fleksibel, mandiri dan bebas. Jari bengkok, dia suka dengki dan pendendam. Bentuk jari menyimpang dari yang lain, sulit berkomunikasi.
Mereka yang telunjuknya lebih panjang daripada jari tengah, kuat spiritual dan emosi, percaya diri, tegas, serta berpotensi dalam seni (musik). Kalau panjang telunjuk melebihi separuh ruas atas jari tengah, orang cenderung ambisius, dan kreatif.
Kalau telunjuk cuma sampai batas bawah ruas atas jari tengah, harga diri kurang. Jari tengah terlalu panjang, pembawaan tenang, seadanya, dan bertanggung jawab.
Ibu jari (jempol) besar, kepribadian kuat, kemauan keras, enerjik, suka memberi nasihat, suka bekerja, dan bisa menjaga diri. Jempol sedikit fleksibel, watak kuat dan mampu beradaptasi terhadap perubahan. Jempol bisa ditekuk masuk ke arah dalam (ke arah telapak), moderat, cenderung licik, kikir, dan lebih suka memikirkan diri sendiri. Jempol mudah ditekuk ke luar, dermawan dan bersifat terbuka. Kalau bisa menekuk ke luar dan terbalik, disebut "jempol pembunuh", orang itu cenderung berbahaya dan brutal.
"Jempol tangan bulat besar, gampang marah dan punya sifat kejam. Sama halnya dengan jari pendek dan bagian bawahnya membesar, cenderung bersifat jahat, bahkan bisa menjadi pembunuh. Tapi itu jarang sekali. Sepuluh ribu-satu," kata Haptop Best.
Demikian juga ukuran dan bentuk kuku memiliki makna yang berbeda, meski tidak berpengaruh pada karakter dasar. Kuku yang memanjang, lemah-lembut dan bijaksana, serta bisa menyimpan rahasia. Kuku panjang dan tipis, pengkhayal, lekas marah, dan kesehatan lemah. Bentuk kuku persegi, praktis dan bijaksana. Orang berkuku panjang dan besar, penakut dan malu-malu.
Kuku pendek, kritis dan suka hal-hal ilmiah. Kuku sangat pendek, kurang kontrol diri dan fanatik. Kuku pendek dan besar, bentuk abnormal, orangnya pemurung. Orang berkuku pendek dan lurus, cenderung keras dan kaku, dan cemburuan atau iri hati. Kalau pendek dan bulat, dia dengki, iri hati, dan cenderung tamak.
Ingin meramal nasib dan keberuntungan mendatang, coba simak baik-baik garis tangan Anda. (A. Hery Suyono)