BANJARMASINPOST.CO.ID - Pelatih Mikel Arteta tengah menghadapi dilema besar di lini serang Arsenal.
Penurunan performa Bukayo Saka memaksa sang manajer mempertimbangkan opsi tak terduga mengeser Gabriel Martinelli ke sisi kanan, peran yang disebut-sebut swerupa Robert Pires.
Saka (24) yang selama ini menjadi ikon pemain bintang Arsenal, mengalami penurunan tajam sepanjang musim 2025/2026.
Hingga Maret 2026, ia hanya mencatat enam gol dan lima assist di Liga Inggris—jauh di bawah ekspektasi untuk pemain dengan nilai pasar sekitar €120 juta (sekitar Rp2,1 triliun).
Situasi ini terjadi di tengah performa kolektif Arsenal yang justru stabil. Klub London Utara itu masih bersaing dalam perburuan gelar dan kompetisi domestik lainnya, bahkan sempat melaju hingga fase krusial menjelang Wembley.
Baca juga: Cedera Eze Guncang Arsenal: Arteta Siapkan ‘Pires Modern’ untuk Selamatkan Musim
Baca juga: Mikel Arteta Bisa Mengatasi Dampak Cedera Eze dengan Menurunkan Bukayo Saka Versi Baru Arsenal
Kronologi Penurunan Saka
Sumber internal klub yang dikutip media Inggris menyebut Arteta mulai mengevaluasi ulang komposisi lini depan.
“Kami harus menemukan keseimbangan baru. Tidak ada jaminan posisi bagi siapa pun,” ujar Arteta dalam konferensi pers terbaru.
Penurunan Saka datang di momen krusial, menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Di level timnas Inggris, posisinya juga mulai terancam oleh pemain yang lebih konsisten.
Selain itu, Arsenal tidak bisa terus bergantung pada lini belakang yang solid dipimpin Declan Rice, William Saliba, dan Gabriel Magalhaes tanpa dukungan lini depan yang tajam.
Martinelli muncul sebagai solusi tak terduga. Meski natural di kiri, data menunjukkan ia cukup efektif di kanan:
Komentator Gary Neville bahkan menyebut gaya Martinelli mirip Pires—legenda Arsenal era Invincibles.
“Dia punya pergerakan seperti Pires, terutama saat menusuk ke ruang kosong,” kata Neville.
Perbandingan Pemain Sayap Arsenal (2025/2026)
Bukayo Saka
6 gol, 5 assist
8 peluang besar terbuang
Martinelli
1 gol liga, tapi 6 gol UCL
Lebih eksplosif dalam transisi
Noni Madueke
2 gol liga
Inkonsisten
Dampak ke Publik & Tim
Keputusan mencadangkan Saka bisa memicu reaksi besar dari fans Arsenal dan publik Inggris. Saka selama ini adalah simbol akademi Hale End dan wajah klub.
Namun secara taktik, perubahan ini bisa:
Arteta berada di titik krusial: mempertahankan loyalitas terhadap bintang lama atau berani bereksperimen demi hasil.
Dalam sepak bola modern, keputusan berani sering jadi pembeda juara.
Jika Martinelli benar-benar sukses di kanan, Arsenal bisa mendapatkan “versi baru Pires”—seorang winger fleksibel yang membuka dimensi serangan baru.
Namun jika gagal, risiko kehilangan kepercayaan diri Saka juga tidak kecil.
Ini bukan sekadar rotasi pemain, melainkan potensi perubahan arah taktik Arsenal menjelang fase penentuan musim.
Dan bagi Saka, ini mungkin menjadi ujian terbesar dalam kariernya sejauh ini.
(Banjarmasinpost.co.id)