TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING - Suasana pagi itu terasa berbeda di lahan kosong di kawasan venue dayung Kebun Nopi, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Di bawah langit yang cerah, tawa anak-anak terdengar riuh saat mereka berlarian kecil sambil menggenggam bibit pohon.
Minggu (29/3/2026) menjadi hari yang penuh keceriaan, bukan sekadar peringatan Hari Hutan Sedunia, tetapi juga momen kebersamaan yang begitu hidup.
Anak-anak pelajar tampak paling antusias. Dengan seragam sekolah yang masih rapi, mereka berbaris sambil membawa cangkul kecil dan polybag berisi tanaman.
Wajah-wajah polos itu penuh semangat, seolah sedang mengikuti petualangan baru di alam terbuka.
Di tengah keramaian itu, jajaran Polres Kuantan Singingi bersama Pemerintah Kabupaten Kuansing, mahasiswa, hingga Dubalang turut membaur.
Tak ada sekat. Semua larut dalam satu tujuan: menghijaukan negeri.
Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, terlihat ikut menyapa para pelajar.
Sesekali ia tersenyum sumringah melihat tingkah lucu anak-anak yang berebut ingin menanam lebih dulu.
“Melalui momentum Hari Hutan Sedunia ini, kami ingin mengajak semua, terutama generasi muda, untuk peduli lingkungan,” ujarnya.
Tak lama, kegiatan penanaman pun dimulai. Anak-anak dengan cekatan menggali tanah, meski beberapa di antaranya masih tampak kikuk memegang cangkul.
Namun justru di situlah letak keseruannya, tanah yang menempel di tangan dan sepatu tak lagi jadi masalah, malah menjadi cerita yang mereka banggakan.
Para mahasiswa dan anggota Dubalang pun sigap membantu. Mereka membimbing anak-anak cara menanam yang benar, dari memasukkan bibit hingga menimbunnya kembali dengan tanah. Suasana terasa hangat, penuh gotong royong.
"Di sela kegiatan, kami juga memberikan imbauan tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan," ujar AKBP Hidayat Perdana.
Namun penyampaiannya dibuat ringan, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Edukasi pun terasa menyenangkan, tidak membosankan.
Bagi anak-anak, hari itu bukan sekadar menanam pohon.
"Ada seribu pohon yang ditanam. Mereka bermain, belajar, sekaligus merasakan kebersamaan yang jarang mereka dapatkan di dalam kelas," ujar AKBP Hidayat.