TRIBUN-BALI.COM- Warga Jimbaran dan Tuban, Kuta Selatan, Badung beberapa waktu terakhir mengeluhkan air PDAM yang kini bernama Perumda Tirta Mangutama. Air dinilai kecrat kecrit bahkan sempat keruh. Hal itu pun dinilai merugikan warga yang membutuhkan air bersih untuk kesehariannya.
Menyikapi hal itu PDAM Perumda Tirta Mangutama pun akhirnya angkat bicara. Gangguan distribusi air bersih yang dikeluhkan warga di kawasan Jimbaran dan Tuban disebut-sebut akibat kebocoran pipa utama serta kerusakan sejumlah fasilitas produksi. Pihak PDAM Tirta Mangutama terus berupaya maksimal melakukan penanganan agar gangguan pasokan air ini segera ditangani.
Direktur Umum PDAM Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa, menjelaskan salah satu penyebab utama adalah kebocoran pipa berdiameter 200 mm di jalur By Pass Ngurah Rai, Minggu (29/3). Diakui kebocoran tersebut berdampak langsung terhadap suplai air ke sejumlah wilayah layanan, khususnya di Jimbaran dan sekitarnya.
Baca juga: TIDAK Boleh Sontoloyo Pesan Koster Saat Hadiri Pengukuhan Kader PDIP di Gianyar, Ini Katanya
Baca juga: TEGA Makan Anak Asuhnya, Modus Minta Dipijat, Pemilik Panti Asuhan di Buleleng Lakukan Pelecehan!
"Gangguan yang terjadi saat ini merupakan dampak dari beberapa permasalahan yang terjadi secara beruntun," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (29/3).
Diakui, persoalan yang dihadapi meliputi kebocoran di instalasi pengolahan di Estuary, gangguan pada motor dan pompa distribusi, hingga keterbatasan ketersediaan alat pompa di Bali. Kendati demikian untuk mengatasi kerusakan tersebut, pihaknya harus mendatangkan pompa dari Semarang.
"Gangguan di Kutsel juga kerena ada penggantian motor pompa inline di kawasan Darmawangsa. Dari total tiga unit motor dan pompa yang mengalami kerusakan, saat ini baru satu unit yang berhasil terpasang dan difungsikan," katanya.
Diakui gangguan suplai air terjadi juga karena adanya perbaikan kebocoran pipa di sejumlah titik di wilayah Tuban. Adapun lokasi terdampak perbaikan pipa berdiameter 200 mm meliputi kawasan Jalan By Pass Ngurah Rai Tuban, pertokoan Kuta Indah Permai, Jalan Tepi Siring, hingga Jalan Tuan Lange.
Sementara itu, untuk pipa berdiameter 400 mm, dampak gangguan distribusi menjangkau wilayah yang lebih luas, di antaranya Jalan By Pass Tuban, Jalan Raya Tuban, Jalan Raya Kuta, Jalan Bakung Sari, Jalan Kartika Plaza, kawasan Kuta Square, Jalan Kendedes, hingga permukiman Kuta Permai.
"Selain itu, sejumlah kawasan pertokoan seperti Segitiga Mas dan Kuta Indah Permai, serta ruas Jalan Nusantara dan Jalan Kediri juga terdampak," katanya
Suyasa memastikan proses perbaikan terus dikebut agar distribusi air dapat segera normal kembali. Masyarakat diimbau untuk bersabar selama proses pemulihan berlangsung. "Kami memohon waktu agar bisa secepatnya diselesaikan masalah ini. Karena semua masih berproses," imbuhnya. (gus)