Satlantas Polres Tuban Catat Lonjakan Kecelakaan Mudik Lebaran 2026, Naik 88 Persen
Frida Anjani March 29, 2026 11:45 PM

 

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Satlantas Polres Tuban mencatat lonjakan kasus kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Berdasarkan Operasi Ketupat Semeru, jumlah kejadian meningkat dari 18 kasus pada 2025 menjadi 34 kasus tahun ini.

Kenaikan tersebut mencapai 88 persen dengan korban luka berat dan ringan bertambah signifikan. 

Polisi pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melintas di jalur rawan kecelakaan.

Kecelakaan Naik 88 Persen

Kasus kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Kabupaten Tuban mengalami kenaikan signifikan dibanding tahun sebelumnya, Minggu (29/3/2026).

Hal tersebut berdasarkan data Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyono, menjelaskan jumlah kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2026 mencapai 34 kejadian.

“Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun 2025 yang hanya 18 kejadian. Sehingga terjadi kenaikan sebanyak 16 kasus atau sekitar 88 persen,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, selama Operasi Ketupat Semeru 2025 tercatat 18 kejadian kecelakaan dengan rincian tidak ada korban meninggal dunia maupun luka berat, sementara korban luka ringan mencapai 28 orang dengan kerugian materiil sebesar Rp32 juta.

Sedangkan pada Operasi Ketupat Semeru 2026, jumlah kejadian meningkat menjadi 34 kasus dengan rincian korban meninggal dunia nihil, luka berat lima orang, dan luka ringan sebanyak 39 orang. Kerugian materiil juga meningkat menjadi Rp80,5 juta.

“Dengan naiknya jumlah kejadian tentu jumlah korban juga mengalami peningkatan. Selain itu kerugian materiil di tahun ini juga meningkat,” imbuhnya.

Selain itu, Satlantas Polres Tuban juga telah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. 

Titik rawan tersebut tersebar di beberapa jalur padat kendaraan, di antaranya Jalan Panglima Sudirman wilayah Sukolilo hingga Manunggal Tengah, Jalan Letda Sucipto Kelurahan Latsari Kecamatan Tuban, serta jalur Tuban–Bancar yang meliputi Desa Bancar dan Desa Bulujowo Kecamatan Bancar hingga Desa Purworejo Kecamatan Jenu.

Selain itu, jalur Babat–Widang tepatnya di Desa Compreng Kecamatan Widang juga menjadi salah satu titik rawan kecelakaan yang perlu diwaspadai pengendara.

Dengan naiknya jumlah kecelakaan lalu lintas di Tuban saat arus mudik. Eko menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama saat melintas di jalur rawan kecelakaan tersebut.

“Kami menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik agar dapat menekan angka kecelakaan,” pungkasnya.

(SURYAMALANG.COM/Muhammad Nurkholis)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.