Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG - Pergerakan wisatawan dan aktivitas masyarakat selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah, berdampak langsung pada penjualan buah di Kota Sabang.
Sejumlah pedagang mengaku permintaan meningkat sejak beberapa hari sebelum Lebaran dan terus bertahan hingga saat ini.
Muhajirin, salah seorang pedagang buah di Sabang mengatakan, lonjakan mulai terasa sejak H-3 Idul Fitri.
Dibandingkan masa Ramadhan, ia mengaku, penjualan mengalami kenaikan cukup signifikan.
“Kalau dibandingkan puasa kemarin, sekarang jelas naik. Perkiraan kami sekitar 30 persen peningkatannya,” kata Muhajirin, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, peningkatan ini tidak lepas dari ramainya kunjungan wisatawan ke Sabang selama libur panjang.
Selain itu, aktivitas masyarakat lokal yang meningkat juga ikut mendorong permintaan.
Jenis buah impor menjadi yang paling banyak dicari.
Baca juga: Pedagang Buah di Sabang Catat Kenaikan Pembeli Selama Ramadhan 2026
Buah seperti pir, apel, jeruk, semangka, alpukat hingga mangga mendominasi penjualan, terutama untuk kebutuhan minuman dan olahan di sektor usaha kuliner.
“Yang paling banyak itu buah impor, biasanya dipakai untuk jus di hotel atau kafe. Sekarang permintaannya memang lebih tinggi,” ujarnya.
Sebagian besar pembeli berasal dari pelaku usaha, seperti hotel, kafe, dan penjual minuman.
Mereka membeli dalam jumlah lebih besar untuk memenuhi kebutuhan selama lonjakan kunjungan wisatawan.
Selain itu, wisatawan yang datang ke Sabang juga turut menyumbang peningkatan penjualan, meski dalam skala lebih kecil.
Buah siap makan dan buah segar seperti anggur dan jeruk menjadi pilihan yang banyak dibeli langsung oleh pengunjung.
“Banyak juga tamu yang mampir beli buah, biasanya yang praktis seperti anggur atau jeruk,” kata Muhajirin.
Dari sisi pasokan, kondisi masih relatif aman.
Distribusi buah ke Sabang tidak mengalami gangguan selama periode libur, sehingga stok tetap tersedia.
Muhajirin menyebut, harga juga tidak mengalami perubahan signifikan.
Baca juga: 6 Buah Sehat untuk Umur Panjang, Bantu Turunkan Risiko Penyakit Kronis Secara Alami
Pedagang cenderung menjaga harga tetap stabil agar daya beli masyarakat dan wisatawan tidak terganggu.
“Untuk harga masih normal, tidak ada kenaikan. Stok juga aman sampai sekarang,” ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan sektor perdagangan kecil ikut terdampak positif dari meningkatnya aktivitas wisata selama libur Lebaran.
Meski tidak merata pada semua komoditas, permintaan buah menjadi salah satu yang paling terasa kenaikannya.(*)