Kevin Diks Bongkar 2 Sosok Kunci di Balik Kemenangan Bersejarah Skuad Garuda Era John Herdman
Budi Susilo March 30, 2026 12:07 AM

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA – Aroma kemenangan masih terasa di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Di bawah komando pelatih anyar John Herdman, Timnas Indonesia sukses melumat Saint Kitts & Nevis dengan skor telak 4-0 pada laga FIFA Series, Jumat (27/3/2026).

Bagi bek sayap andalan Borussia Monchengladbach, Kevin Diks, hasil ini bukan sekadar angka di papan skor. Ini adalah pernyataan tegas bahwa Indonesia siap bersaing dengan kekuatan dari kawasan CONCACAF.

Namun, di balik kemenangan bersejarah itu, ada dua sosok rekan setim yang menarik perhatian khusus sang pemain berdarah Belanda-Indonesia ini.

Berikut adalah reaksi Kevin Diks mengenai dua pilar yang menjadi warna baru di era John Herdman:

1. Dony Tri Pamungkas: Si Debutan yang Tampil Solid

Munculnya talenta muda dalam sistem baru Herdman mendapat apresiasi tinggi dari Diks. Salah satunya adalah Dony Tri Pamungkas.

Meski menyandang status pemain muda, Dony dinilai mampu mengimbangi ritme permainan senior dengan sangat tenang.

“Ya, dia (Dony) tampil sangat solid di lapangan,” puji Diks singkat namun tegas saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Minggu (29/3/2026).

Kehadiran Dony seolah menjadi angin segar bagi regenerasi lini sayap Indonesia.

2. Elkan Baggott: Kembalinya Sang Raksasa yang Komplet

Momen yang paling menyedot perhatian adalah kembalinya Elkan Baggott ke pelukan Skuad Garuda setelah absen cukup lama sejak awal 2024.

Bagi Diks, bermain bersama Elkan adalah sebuah keuntungan taktis karena atribut fisik dan mental yang dimiliki bek Ipswich Town tersebut.

Elkan adalah pemain yang sangat solid, terstruktur dengan baik, dan memiliki postur yang tinggi. 

"Dia juga pribadi yang baik. Sangat senang melihatnya kembali di tim nasional dan bisa berada di lapangan bersamanya,” ungkap Diks.

Pujian untuk Ketajaman Taktik John Herdman

Selain soal rekan setim, Kevin Diks juga menyoroti perubahan signifikan dalam gaya permainan Indonesia.

John Herdman dinilai sebagai pelatih yang sangat detail dan mampu menempatkan pemain sesuai dengan kelebihan masing-masing.

“John sangat kuat secara taktik. Dia punya ekspektasi tinggi, tapi dia tahu betul apa yang bisa diharapkan dari setiap pemain. Itu sangat penting dalam sepak bola modern,” jelas Diks.

Sebagai pemain yang dinamis, Diks menegaskan kesiapannya untuk menjadi "kartu as" bagi Herdman, baik dipasang sebagai bek, gelandang, maupun sayap.

Baginya, clean sheet dan empat gol ke gawang tim CONCACAF hanyalah awal dari sejarah-sejarah baru yang ingin ia ukir bersama Merah Putih. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.