Menlu Saudi-Turki Merapat ke Pakistan, Bahas Perang AS Vs Iran
GH News March 30, 2026 12:08 AM
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) dari Arab Saudi, Mesir, Turki, dan Pakistan, merapat ke Islamabad, Pakistan. Pertemuan empat Menlu itu akan membahas perang Amerika Serikat (AS) dan Iran hingga dampak yang ditimbulkan di kawasan Timur Tengah.

Pertemuan itu digelar hari waktu setempat. Pakistan bertindak sebagai perantara antara AS dan Iran. Pertemuan tersebut diadakan atas undangan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar.

"Para Menteri Luar Negeri selama konsultasi akan meninjau situasi regional yang berkembang dan membahas isu-isu kepentingan bersama," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan dilansir , Minggu (29/3/2026).

Menlu Badr Abdelatty dari Mesir dan Menlu Hakan Fidan dari Turki tiba di Islamabad pada Sabtu (28/3) malam. Sementara Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan mendarat pada Minggu siang.

Dar mengadakan pembicaraan bilateral terpisah dengan para mitranya yang berkunjung.

Pemerintah Pakistan telah muncul sebagai fasilitator kunci antara Iran dan Amerika Serikat seiring berlanjutnya perang mereka. Pakistan bertindak sebagai perantara pesan antara kedua belah pihak.

Islamabad memiliki hubungan yang sudah lama terjalin dengan Teheran dan kontak dekat di Teluk, sementara Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan kepala angkatan darat Marsekal Lapangan Asim Munir telah menjalin hubungan pribadi dengan Presiden AS Donald Trump.

Teheran menolak mengakui telah mengadakan pembicaraan resmi dengan Washington tetapi telah menyampaikan tanggapan terhadap rencana 15 poin Trump untuk mengakhiri perang melalui Islamabad, menurut sumber anonim yang dikutip oleh kantor berita Iran Tasnim.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada hari Sabtu (28/3) mengatakan bahwa ia telah melakukan percakapan telepon terperinci dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian selama lebih dari satu jam, yang merinci "upaya diplomatik berkelanjutan" negaranya.

Pezeshkian berterima kasih kepada Islamabad "atas upaya mediasi untuk menghentikan agresi."

Pada Sabtu malam, Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar, mengatakan Iran telah mengizinkan 20 kapal berbendera Pakistan lagi -- atau dua kapal setiap hari -- untuk melewati Selat Hormuz.

"Dialog, diplomasi, dan langkah-langkah membangun kepercayaan seperti itu adalah satu-satunya jalan ke depan," kata Dar di X, sambil menandai Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.