TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Suasana berbeda terlihat di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara atau Kaltara, Sabtu (29/3/2028).
Lampu-lampu mendadak dipadamkan serentak selama satu jam dalam aksi perdana Earth Hour Nunukan, yang digelar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nunukan.
Aksi “switch off” ini bukan tanpa alasan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye global peduli lingkungan yang diinisiasi komunitas Earth Hour di bawah naungan WWF Indonesia.
Koordinator Earth Hour Nunukan, Nur Hijrah, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar simbolis.
“Ini bukan hanya mematikan lampu selama satu jam, tapi bagaimana kita membangun kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Bupati Nunukan Sebut Program Prioritas Berjalan Baik, Singgung Air Bersih hingga RSUD
Menurutnya, aksi perdana ini menjadi langkah awal untuk mengajak masyarakat Nunukan lebih peduli, terhadap penggunaan listrik dan dampaknya terhadap lingkungan.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil, seperti mematikan lampu yang tidak digunakan,” tambah Nur Hijrah.
Selain aksi pemadaman lampu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan menekan emisi karbon.
Sejumlah instansi turut ambil bagian dalam kegiatan ini, di antaranya Inovasi Kaltara, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Nunukan, Universitas Borneo Tarakan, Forum TBM Kaltara, hingga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nunukan.
Sebagai informasi, Earth Hour sendiri merupakan gerakan internasional yang mengajak masyarakat di seluruh dunia mematikan lampu secara serentak sebagai simbol kepedulian terhadap perubahan iklim.
Dengan adanya aksi ini, diharapkan kesadaran masyarakat Nunukan terhadap isu lingkungan semakin meningkat dan mampu mendorong perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
(*)
Penulis: Fatimah