Satu Tahun Hasto-Wawan : Pastikan Tidak Ada Warga Kelaparan
Hari Susmayanti March 30, 2026 11:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sektor permakanan sebagai kebutuhan dasar warga mendapat perhatian serius dari Pemkot Yogyakarta melalui program food bank Lumbung Mataraman.

Program tersebut, dapat diakses oleh masyarakat rentan yang membutuhkan bantuan bahan pangan, mulai dari lansia jompo, hingga anak-anak kos.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan, dalam mewujudkan lumbung pangan, Pemkot memang tidak bisa berdaulat secara mandiri.

Dalam artian, karena faktor keterbatasan lahan pertanian, Kota Yogyakarta pun mengalami kesulitan untuk menanam dan menghasilkan bahan permakanan.

"Itu sudah jelas, karena keterbatasan lahan. Jadi, kami menerjemahkan food bank Lumbung Mataraman ini dengan cara gotong royong," tandasnya.

Yakni, dengan menggandeng beberapa donor dari kalangan perhotelan, restoran, hingga deretan retail modern yang bercokol di Kota Pelajar.

Sehingga, selain memfasilitasi kebutuhan pangan masyarakat, program tersebut sekaligus berfungsi untuk menanggulangi fenomena food waste.

"Kita bangun food bank dalam rangka mengatasi food waste juga. Itu kan ironi ya, karena ada orang yang membutuhkan pangan, tapi di sisi lain banyak makanan terbuang," ujarnya.

Baca juga: Satu Tahun Hasto-Wawan : Bedah Rumah Hadirkan Keadilan Hunian

Mantan Bupati Kulon Progo tersebut menandaskan, salah satu kontributor utama penyumbang angka kemiskinan adalah elemen pengeluaran untuk makanan. 

Sehingga, pihaknya mengalokasikan anggaran di APBD 2026 guna mendukung program food bank yang dirancang untuk memastikan warga lansia dan miskin tetap bisa memenuhi kebutuhan kalori serta protein hewani.

"Pak Presiden Prabowo sudah mencukupi makanan untuk anak sekolah dan ibu hamil. Nah, Pemkot masuk melalui food bank, menyasar lansia dan warga miskin di rumah tangga yang belum tersentuh program itu," ungkapnya.

Mengenai skemanya, ia menjelaskan, pasokan makanan dari pendonor rutin bakal dihimpun oleh kolektor, melalui sekretariat food bank.

Kemudian, setelah tercatat di sekretariat, distributor yang berisikan sejumlah stakeholder dari berbagai sektor akan menyalurkannya ke warga.

"Nah, distributor itu ada beberapa tim. Ada tim sego mubeng, tim dari mahasiswa UGM, dan Baznas juga. Kalau mendesak, personel Satpol PP juga bisa kita kerahkan," terangnya.

Adapun prioritas penerima manfaat dari program tersebut adalah para penduduk lanjut usia berstaus miskin, khususnya yang sudah tidak bisa beranjak dari rumah.

Namun, Wali Kota menyebut, mahasiswa, atau anak-anak kos yang terkendala urusan perut juga dapat mengakses jika kondisinya memang urgent.

"Kita punya tim distributor dari mahasiswa UGM juga. Mereka bisa menjaring dan mengidentifikasi, kalau ada mahasiswa yang butuh sentuhan," ujarnya.

Pasalnya, Hasto mengatakan, di antara ribuan mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Yogyakakarta, tak sedikit pula yang berasal dari kalangan menengah ke bawah.

Oleh sebab itu, Pemkot Yogyakarta pun berkomitmen ambil bagian, ketika sewaktu-waktu ada mahasiswa yang membutuhkan uluran tangan.

"Supaya selama mereka berkuliah di sini, ada peran Pemkot Yogya dalam mengurus anak-anak kos, meski belum seberapa. Mungkin ada terlambat pengiriman biaya, dan sebagainya," pungkasnya. (aka)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.