Stop Pemborosan, Bupati Sadewo Tri Lastiono Perketat Anggaran Perjalanan Dinas Pemkab Banyumas
Rustam Aji March 30, 2026 10:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mulai mengambil langkah tegas untuk "mengerem" kebiasaan perjalanan dinas yang dinilai boros di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas.

Salah satu kebijakan yang paling mencolok adalah pemangkasan drastis jumlah rombongan dinas, dari yang semula bisa mencapai 20 orang, kini dibatasi maksimal hanya empat orang yang memiliki kepentingan langsung.

"Kalau ke Jakarta, saya selalu tambahkan dalam disposisi, cukup berangkat yang terkait saja. Tidak bisa berombongan sampai 20 orang, cukup empat orang saja," tegas Sadewo kepada Tribunbanyumas.com, Senin (30/3/2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk konkret efisiensi anggaran Banyumas guna memastikan penggunaan keuangan daerah lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sadewo menekankan bahwa setiap rupiah dalam anggaran daerah harus dikelola secara bijak oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca juga: Kecelakaan di Jalur Nasional Tegal-Purwokerto: Mobil Oleng Tabrak Pemudik Motor dan Pembatas Jalan

Hemat di Sektor Akomodasi

Selain membatasi personel, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono juga menyasar penghematan pada sektor akomodasi.

Ia meminta jajarannya untuk tidak terpaku pada hotel dengan tarif tinggi saat menjalankan tugas di luar kota.

"Kalau ke Semarang, tidak harus di hotel yang itu saja. Dari yang harganya misalnya Rp1,6 juta per hari, bisa kita cari yang Rp1 juta. Itu efisiensi," jelasnya memberikan simulasi penghematan.

Terkait tren kerja fleksibel, Sadewo menyatakan bahwa Pemkab Banyumas saat ini belum merasa perlu menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) maupun Work From Anywhere (WFA). Hal ini didasari oleh kondisi geografis wilayah Banyumas yang relatif mudah dijangkau dibandingkan kota besar seperti Jakarta.

Ia juga memilih untuk tidak menerapkan kebijakan ekstrem seperti kewajiban bersepeda ke kantor, namun lebih memilih penyesuaian yang logis sesuai kondisi lapangan.

Baca juga: Pesta Gol di Jatidiri! PSIS Semarang Bantai Persipal 6-1,Keluar dari Zona Merah: Meroket ke Posisi 8

Baca juga: Lawan Bulgaria di Final FIFA Series 2026: Skuad Garuda Siap Tempur, Kevin Diks Siap Cetak Sejarah

"Saya memang tidak membuat kebijakan supaya berangkat kerja dengan naik sepeda atau WFH, saya lihat situasi saja. Tapi yang jelas efisiensi itu kita lakukan," tambahnya.

Melalui kebijakan perjalanan dinas Pemkab Banyumas yang lebih ketat ini, Sadewo berharap tren penghematan ini diikuti oleh seluruh kepala dinas dan jajarannya.

Fokus utama saat ini adalah memastikan anggaran daerah dialokasikan untuk program-program prioritas yang menyentuh kepentingan publik di wilayah Banyumas dan sekitarnya. (jti) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.