TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Dua puluh satu (21) warga Moskona Utara Jauh, Teluk Bintuni, dipulangkan setelah mengungsi 5 bulan lebih, Minggu (29/3/2026).
Mereka sempat bertahan hidup di hutan kemudian menembus wilayah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Pada 29 Maret 2026, mereka dipulangkan memakai KM Fajar Indah II.
Proses pemulangan puluhan pengungsi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni itu berkat koordinasi lintas instansi.
Puluhan warga tersebut mengungsi sejak akhir 2026 menyusul konflik bersenjata antara TNI/Polri dan Tentara Pembebasan Nasional Barat (TPNB) pada 12 Oktober 2025.
Peristiwa kontak tembak terjadi di Kampung Moyeba, Distrik Moskona Utara, Teluk Bintuni, Papua Barat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik Moskona Utara Jauh, Markus Frasa, mengatakan konflik bersenjata pada Oktober 2025 memicu kepanikan warga hingga memilih menyelamatkan diri.
Baca juga: 1 Anggota TNI Gugur dalam Kontak Senjata di Moskona Utara Teluk Bintuni
"Ada yang lari ke kota, ada juga yang masuk ke hutan. Sebagian besar sudah kami evakuasi sebelumnya."
"Namun, 21 orang ini baru bisa kami jemput setelah mereka bertahan sekira lima bulan di hutan," ujarnya saat diwawancarai media, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, para pengungsi dalam keadaan selamat meski telah lama hidup dalam keterbatasan.
Jalan kaki ke Maybrat
Bahkan, ucapnya, mereka sempat melakukan perjalanan panjang dari Teluk Bintuni hingga ke Kabupaten Maybrat.
"Karena sudah tidak mampu bertahan di hutan, mereka memutuskan berjalan hingga tembus ke Maybrat."
"Puji Tuhan, pemerintah setempat menerima mereka dengan baik dan membantu membawa mereka ke Sorong (Papua Barat Daya)," kata Markus Frasa.
Setelah menerima informasi itu dan mendapat arahan Bupati, Yohanis Manibuy, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni segera mengirim tim untuk menjemput para pengungsi di Sorong.
"Pemerintah distrik bersama Kesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) langsung bergerak menjemput mereka. Semua biaya transportasi difasilitasi oleh pemerintah daerah," ujar Markus Frasa.
Ia mengapresiasi Pemkab Maybrat, Pemprov Papua Barat, dan semua pihak yang membantu penanganan para pengungsi sejak awal kejadian hingga proses pemulangan.
Baca juga: Mulai Hari Ini, Ada Penggalangan Dana untuk Pengungsi di Moskona Utara Teluk Bintuni
Yunis Menci dari Kesbangpol Teluk Bintuni mengatakan akan terus mengawal para pengungsi selama masa penampungan sementara.
“Kami akan menampung mereka di pengungsian di Kampung Lama. Kami akan terus berkoordinasi serta memastikan kebutuhan mereka terpenuhi," kata Markus Frasa.
Para pengungsi diharapkan dapat segera kembali ke kampung halaman mereka jika situasi keamanan di Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh dinyatakan kondusif.
Pengalaman di Hutan
Satu di antara pengungsi, Maikel Syama, menceritakan pengalaman bertahan hidup selama di hutan.
Ia mengaku bersama rombongan hanya mengandalkan sagu sebagai sumber makanan.
"Kami tidak mengalami gangguan, tetapi karena sudah tidak nyaman, kami memutuskan berjalan menuju Maybrat selama kurang lebih satu bulan," katanya.
Selama perjalanan panjang tersebut, mereka bertahan dengan memasak sagu yang dibawa.
Para pengungsi berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih, terutama terkait pemulihan kondisi mereka dan kepastian keamanan agar dapat kembali menjalani kehidupan normal di kampung halaman.