Johannes Rettob: Mimika Fokus pada Pemberdayaan UMKM dan Digitalisasi
Paul Manahara Tambunan March 30, 2026 12:29 PM

 

Laporan Wartawan TribunPapua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai memetakan arah pembangunan daerah untuk tahun 2027 dengan menitikberatkan pada penguatan ekonomi akar rumput dan transformasi digital.

Langkah ini diambil guna memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya bersandar pada sektor makro, tetapi juga menyentuh pemberdayaan UMKM dan koperasi.

Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang digelar di Aula Bappeda, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin (30/3/2026).

Musrenbang kali ini mengusung tema "Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kearifan Lokal, Pemberdayaan UMKM dan Koperasi, serta Percepatan Digitalisasi Layanan Publik".

Baca juga: Menjadi Pilar Pembangunan, Pemuda Amugsa Kini Miliki Wadah Perjuangan di Mimika

Bupati Mimika Johannes Rettob menekankan paradigma pembangunan daerah kini harus lebih inklusif.

Menurutnya, pembangunan fisik berupa infrastruktur memang krusial, namun peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendampingan usaha jauh lebih mendesak.

"Pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan pelayanan dan pendampingan masyarakat, khususnya dalam pengembangan produk lokal," ujar Johannes saat membuka kegiatan tersebut.

Salah satu sorotan utama dalam forum ini adalah keberhasilan produk UMKM lokal yang mulai merambah pasar internasional.

Johannes mengungkapkan, komoditas asli dari Bumi Amungme kini tidak lagi hanya menjadi konsumsi domestik, melainkan telah menembus pasar Belanda hingga Amerika Serikat.

"Produk-produk lokal kita sudah mulai bertumbuh. Ini menunjukkan potensi ekonomi berbasis masyarakat sangat besar. Bahkan, sebagian sudah terjual melalui platform digital (marketplace), yang secara langsung membantu meningkatkan pendapatan warga," tambahnya.

Menurut Johannes, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci untuk memperluas pemasaran produk UMKM sekaligus mempercepat layanan publik di Kabupaten Mimika.

Sinkronisasi dan Kolaborasi

Musrenbang RKPD ini juga menjadi wadah sinkronisasi antara usulan dari tingkat distrik dengan prioritas pembangunan di tingkat provinsi hingga pusat.

Johannes berharap forum ini tidak sekadar menjadi formalitas birokrasi, tetapi mampu menerjemahkan aspirasi masyarakat menjadi program kerja yang konkret dan terukur.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem, Warga Mimika Diimbau Pantau Prakiraan Berkala

"Program prioritas ini nantinya akan kita bahas lagi bersama provinsi. Pada akhirnya, seluruh program harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur Forkopimda.

 Mereka sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pihak swasta dan pemerintah pusat—menjadi kunci agar target kinerja pelayanan publik tahun 2027 dapat tercapai secara optimal. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.