Penampakan Hujan Es di Wonosobo, Tak Terlalu Besar Seperti Batu Kerikil
Reny Fitriani March 30, 2026 11:19 AM

Tribunlampung.co.id, Wonosobo - Penampakan hujan es yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Wonosobo, Sabtu (28/3/2026).

Faza Luthfia, salah satu warga Kecamatan Kejajar mengatakan, butiran es yang jatuh tak terlalu besar seperti batu kerikil. 

"Kaget soalnya baru pertama kali merasakan langsung hujan es," ucapnya.

Ia pun menceritakan suasana saat hujan es turun di wilayahnya.

Saat itu dirinya sedang berada di rumahnya di kawasan Tieng, Kecamatan Kejajar.

Baca Juga Detik-detik Hujan Es di Wonosobo, Warga Dengar Suara Tak Biasa dari Atap Rumah

Dikatakannya, kondisi awal cuaca memang sudah menunjukkan tanda-tanda akan terjadi hujan.

“Sebelum kejadian memang sudah mendung dan berkabut ya,” katanya. 

Namun ada hal yang berbeda saat hujan mulai turun terdengar lebih keras dari biasanya dari atap rumah.

“Kalau suasana hujan sih biasa, cuma suaranya itu agak keras dari biasanya. Karena butiran-butiran esnya kan kena atap, jadi kedengeran kayak ‘pleng-pleng’ gitu,” terangnya.

Diteruskannya, butiran es tersebut terdengar jelas saat jatuh di atap rumah, sehingga ia menyadari bahwa hujan yang turun bukanlah hujan biasa.

"Iya saya keluar ternyata benar hujan es. Esnya ngga terlalu besar mungkin seperti batu kerikil ukurannya. Kaget soalnya baru pertama kali merasakan langsung hujan es," ucapnya.

Fenomena hujan es ini sebelumnya juga terekam dalam sejumlah video warga yang kemudian beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, tampak butiran es jatuh bersamaan dengan hujan deras dan terdengar suara keras saat mengenai atap rumah maupun permukaan tanah.

Disertai Petir

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Wonosobo, Sabarno memberikan tanggapan terkait fenomena hujan es yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Wonosobo, Sabtu (28/3/2026).

“Berdasarkan laporan dari beberapa relawan untuk kawasan Kejajar hingga Dieng, memang benar terjadi hujan lebat yang disertai petir dan butiran es,”  terangnya.

Ia menjelaskan, selain di kawasan dataran tinggi Dieng, hujan es juga dilaporkan terjadi di wilayah lain seperti Reco, Kecamatan Kertek, serta beberapa wilayah sekitarnya.

Tim TRC BPBD Wonosobo hingga saat ini masih terus melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak.

“Untuk wilayah Kertek, dari pantauan kami di kawasan lereng Gunung Sindoro, meliputi Candiyasan, Damarkasiyan, Tlogomulyo atau Bedakah, Kapencar, hingga Reco, dilaporkan mengalami hujan disertai butiran es,” jelasnya.

Sementara itu, di wilayah Kejajar, fenomena serupa juga terjadi mulai dari Tambi hingga kawasan Dieng.

Hujan deras yang disertai butiran es tersebut dilaporkan berlangsung dalam rentang waktu yang relatif singkat.

“Laporan awal dari tim masuk sekitar pukul 11.50 hingga 12.15 WIB.

Untuk kawasan Reco, hujan es juga baru saja usai, namun saat ini masih terjadi hujan dengan intensitas sedang,” tambah Sabarno.

BPBD Wonosobo memastikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan cuaca serta kondisi di lapangan guna mengantisipasi dampak lanjutan yang mungkin terjadi.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan dari BMKG, hujan di wilayah tersebut masih berpotensi berlangsung hingga sekitar pukul 14.30 WIB.

Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin, petir, dan butiran es tersebut.

Sumber: TribunJateng.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.