Tim Robotik SMAMX Surabaya Juara 3 Singapore Invention Convention 2026, Satu-satunya Wakil RI
Cak Sur March 30, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) d Jawa Timur (Jatim), kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tim coding dan robotik sekolah ini berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Singapore Invention Convention (SIC) 2026.

Kompetisi tersebut digelar pada 24–28 Maret 2026 di Temasek Polytechnic, Singapura, dan diikuti oleh inovator muda dari 11 negara.

Pada kategori tingkat SMA, SMAMX menjadi satu-satunya sekolah yang mewakili Indonesia.

Tim Siswa Wakili Indonesia

Prestasi ini diraih oleh tiga siswa kelas 11 program Full Boarding Cambridge, yakni Danny Suryadharma, Alya Naila Bana dan Ghaida Syakwa Naja.

Mereka tergabung dalam tim Coding Robotic SMAMX yang menjalani persiapan intensif selama satu bulan sebelum kompetisi.

Sempat Hadapi Kendala Teknis

Pelatih tim, Fahmi, mengungkapkan proses persiapan tidak berjalan mulus. Tim sempat mengalami error pada alat yang cukup serius.

“Perjuangan mereka luar biasa. Sempat ada kendala teknis yang membuat anak-anak stres, tetapi mereka mampu bangkit dan memastikan alat berfungsi dengan baik saat penilaian,” ujarnya Fahmi, Senin (30/3/2026).

Ketua tim, Danny Suryadharma, juga mengakui tekanan selama kompetisi di luar negeri cukup besar.

“Dua hari pertama kami merasa mual dan tidak nafsu makan karena tekanan kompetisi. Tapi Alhamdulillah kami bisa melewati semuanya dan membawa pulang kemenangan ini,” ungkapnya.

Dukungan Sekolah dan Pembelajaran Teknologi

Danny juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah dan pembimbing atas dukungan penuh yang diberikan.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Fitri, menyebut capaian ini sejalan dengan komitmen sekolah dalam mengembangkan kompetensi teknologi masa depan.

“Ini tahun kedua kami mengikuti kompetisi internasional dan Alhamdulillah selalu meraih hasil yang membanggakan. Model kompetisi seperti ini juga sudah menjadi bagian dari pembelajaran di SMAMX,” jelasnya.

Menurutnya, sistem evaluasi berbasis festival turut membentuk mental siswa agar lebih percaya diri tampil di depan publik.

"Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kelas dunia," pungkas Fitri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.