BANGKAPOS.COM, BANGKA — Tiga siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bangka dilarikan ke rumah sakit pada 10 Maret 2026 lalu, ketika masih dalam suasana bulan suci Ramadan 1447 Hijriah
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi menyebut bahwa saat itu menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa berupa roti burger.
“Menunya itu roti burger, selada, dan daging burger,” kata Nora kepada Bangkapos.com, Senin (30/3/2026).
Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mendapatkan informasi bahwa ada siswa yang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin, Sungailiat, Bangka.
“Ada empat siswa, empat-empatnya itu mengalami gejala pusing dan mual-mual. Tapi dari empat itu yang ke rumah sakit tiga orang. Dari tiga itu, dua langsung pulang dan satu rawat inap, tapi yang dirawat sudah sembuh,” jelasnya.
Dirinya menyebut kini para siswa tersebut sudah dalam kondisi baik atau sembuh karena memang kejadiannya sudah tergolong lama.
“Untuk diagnosa sakitnya kami tidak tahu pasti, itu juga kejadiannya sudah dari 10 Maret lalu,” jelasnya.
Baca juga: Sejumlah Siswa Diduga Keracunan MBG di Sungailiat, Operasional SPPG Imam Bonjol Dihentikan Sementara
Lebih lanjut, pihaknya tidak bisa memastikan apakah siswa yang mengalami pusing dan mual-mual tersebut karena keracunan MBG atau tidak.
Pihaknya masih menelusuri apakah para siswa yang mengalami gejala pusing dan mual-mual tersebut memiliki penyakit penyerta lainnya.
“Setelah ada laporan itu, kami langsung melakukan penelusuran dan langsung mengirimkan sampel uji lab ke BPOM. Tapi sampai saat ini memang belum keluar hasil uji lab nya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Nora menyebut bahwa sebelum operasional, masing-masing SPPG memang harus dilengkapi dengan (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi).
“Selain itu kami juga dari Dinas Kesehatan sudah melakukan kegiatan sosialisasi penjamah makanan kepada pengelola SPPG,” jelasnya.
Kata dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka terus melakukan pembinaan dan mereview SPPG yang beroperasi dengan merefreshing ilmu-ilmu dasar dalam pengelolaan MBG.
“Kita refreshing kembali ilmu-ilmu dasar soal menghandel makanan sebelum disajikan untuk dikonsumsi,” imbuhnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)