Renungan Harian Kristen Senin 30 Maret 2026, Markus 15:3-5, Diam Dalam Kebenaran
Chintya Rantung March 30, 2026 05:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian keluarga kristen Senin 30 Maret 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada Markus 15:3-5.

15:3 Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia.

15:4 Pilatus bertanya pula kepada-Nya, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!"

15:5 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran.

Tema perenungan adalah Diam Dalam Kebenaran.

Khotbah:

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Reaksi seseorang ketika dituduh bersalah sangat beragam. Banyak orang secara spontan akan membela diri atau bahkan 
marah ketika merasa tidak bersalah.

Adapula yang merespons tuduhan dengan balik menuduh atau menyalahkan orang lain. 

Beberapa orang menjadi takut dan malu atau menghindar dari situasi, terutama jika tidak tahu bagaimana menjelaskan dirinya. 

Suatu reaksi langka, tetapi mencerminkan ketenangan batin dan keyakinan pada kebenaran, itulah yang dilakukan oleh Yesus Kristus.

Dia diam, bukan karena tidak punya jawaban, tetapi Dia memiliki konsep berbeda tentang Raja orang yang tidak bersifat politis. 

Bagi Yesus Kristus konsep raja orang Yahudi berkaitan dengan Mesias yang menderita. Ini juga menjadi suatu bentuk 
penyerahan diri dan ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa-Nya. 

Bukan karena penghakiman manusia, sehingga ketika Pilatus bertanya kembali kepada-Nya, 

“Tidakkah Engkau memberi jawab?” Yesus Kristus sama sekali tidak menjawab lagi. 

Sehingga Pilatus merasa heran, karena Yesus Kristus tidak membela diri sama sekali, padahal banyak tuduhan berat yang dituduhkan kepada-Nya.

Diam-nya Yesus Kristus di sini adalah penggenapan nubuat Yesaya 53:7, di mana Hamba Tuhan 

“seperti domba yang dibawa ke pembantaian” dan “tidak membuka mulut-Nya.”

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Belajar dari Yesus Kristus, diam bukan berarti kalah, tapi percaya bahwa kebenaran akan menang pada waktunya. 

Karena itu kita dipanggil untuk tidak membalas tuduhan, tetapi hidup dalam kebenaran dan kasih. 

Kadang diam bisa menjadi bentuk kekuatan Rohani, terutama kita yang mempercayakan pembelaan kita kepada Tuhan Allah. 

Yesus Kristus memberi teladan ketaatan yang penuh pengorbanan, bukan karena lemah, tapi karena kasih dan ketaatan yang sempurna. 

Mari kita meneladani Yesus Kristus yang berdiri teguh dalam kebenaran, walau dunia menuduh kita. 

Kita harus tetap tenang dan sabar dalam menghadapi persoalan dan tantangan serta senantiasa mempercayakan hidup kita secara utuh kepada-Nya. Amin.

Sumber: dodokugmim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.