BANGKAPOS.COM--Aktivitas di dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Imam Bonjol di Sungailiat, Kabupaten Bangka, terpantau berhenti total.
Fasilitas yang sebelumnya aktif melayani kebutuhan gizi tersebut kini tampak tertutup rapat tanpa adanya kegiatan operasional.
Pantauan pada Senin (30/3/2026) pagi menunjukkan seluruh pintu bangunan dalam kondisi terkunci, baik pintu utama maupun akses ke ruang pengelola.
Di area sekitar, daun-daun kering berserakan tanpa tanda-tanda aktivitas kebersihan rutin.
Dua unit kendaraan pengangkut MBG juga terlihat terparkir di halaman, namun tidak digunakan.
SPPG Imam Bonjol sendiri sebelumnya diresmikan oleh Ketua Kamar Dagang Indonesia, Anindya Novyan Bakrie pada Desember 2025.
Kini, operasionalnya dihentikan sementara menyusul dugaan adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka, Vini Awilia, mengungkapkan bahwa informasi awal menyebutkan siswa yang terdampak berasal dari jenjang SMK.
Namun, pihaknya belum menerima laporan detail terkait kejadian tersebut.
Ia juga membenarkan adanya informasi penghentian sementara operasional SPPG, namun menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan berasal dari dinas pendidikan daerah.
Menurutnya, kewenangan penghentian berada di pihak pengelola program tingkat pusat.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Bangka, Dinda Putri Irhamni, memastikan bahwa dapur MBG Imam Bonjol memang sedang tidak beroperasi.
Penghentian ini telah berlangsung sejak 10 Maret 2026.
Dinda menjelaskan, keputusan tersebut diambil sembari menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah kasus yang terjadi benar merupakan keracunan makanan.
“Belum bisa disimpulkan sebagai keracunan, karena masih menunggu hasil uji lab,” ujarnya.
Kasus ini menjadi perhatian karena program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya pelajar.
Penghentian sementara operasional SPPG diharapkan dapat menjadi langkah evaluasi guna memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan.
Pihak terkait pun diharapkan segera memberikan kejelasan setelah hasil uji laboratorium keluar, agar operasional program dapat kembali berjalan dengan aman dan sesuai standar.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)