TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Polda Sulawesi Barat merilis hasil Operasi Ketupat Marano 2026.
Operasi berlangsung dari 13 hingga 25 Maret 2026.
Polda Sulbar menyebut ada tren penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas dan gangguan keamanan di wilayah hukum Sulbar.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Lalu Lintas di Takosang Sampaga Mamuju, Korban Meninggal di Tempat
Baca juga: Pemkab Polman Tak Akan Pecat PPPK, Meski Dana Transfer ke Daerah Berkurang
Kendati demikian, pihak kepolisian mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah korban meninggal dunia.
Selain itu, juga ada peningkatan total kerugian material akibat kecelakaan jalan raya.
Karo Ops Polda Sulbar, Kombes Pol Ach Imam Rifai, menjelaskan secara kuantitas, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) mengalami penurunan sebesar 8,7 persen dibandingkan tahun lalu.
"Tahun 2025 tercatat ada 123 kejadian, sementara di tahun 2026 ini turun menjadi 105 kejadian. Artinya ada penurunan sebanyak 18 kejadian," ujar Imam saat pres rilis di Mapolda Sulbar, Senin (30/3/2026).
Penurunan juga terjadi pada angka kejahatan konvensional.
Jika pada 2025 terdapat 121 kasus kejahatan, tahun ini angka tersebut menyusut menjadi 102 kasus.
Di sektor lalu lintas, jumlah kecelakaan (laka lantas) secara total mengalami penurunan tipis dari 57 kejadian pada tahun 2025 menjadi 56 kejadian pada tahun 2026.
Namun, Imam menggarisbawahi adanya kenaikan fatalitas korban meninggal dunia.
"Angka meninggal dunia mengalami kenaikan cukup tajam. Tahun sebelumnya ada 4 orang, sementara tahun 2026 ini tercatat ada 11 korban meninggal dunia akibat laka lantas," ungkapnya.
Di sisi lain, korban luka berat berhasil ditekan dari 8 orang menjadi 5 orang.
Adapun kecelakaan di tahun ini didominasi korban luka ringan.
Selain angka kematian, lonjakan juga terjadi pada estimasi kerugian material.
Polda Sulbar mencatat kerugian akibat laka lantas selama operasi tahun ini mencapai Rp 175 juta.
Angka ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencatatkan kerugian sekitar Rp 81 juta.
Berdasarkan data operasional, terdapat tiga wilayah yang menempati peringkat tertinggi dalam angka kecelakaan di Sulbar, yaitu Mamuju 15 kejadian (turun 2 kasus dibanding tahun lalu).
Kemudian Mamuju Tengah 12 kejadian (turun 1 kasus dibanding tahun lalu), dan Majene 9 kejadian (tetap/statis).
Operasi yang melibatkan sekitar 1.000 personel gabungan dari TNI, Dishub, Basarnas, hingga BPBD ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati di jalan.
Imam terus mengimbau warga yang masih dalam perjalanan atau akan melakukan perjalanan balik untuk memprioritaskan keselamatan.
"Kami sampaikan kesiapan kami, jika masyarakat mengalami kendala di perjalanan, silakan hubungi call center kami di 110," tutup Imam. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi