1 Warga Keracunan Daging Anjing di Desa Karama Dirujuk ke RSUD Mamuju, Enam Korban Sudah Pulang
Ilham Mulyawan March 30, 2026 03:47 PM

Satu warga korban keracunan makanan di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, Senin (30/3/2026).

Sebelumnya tujuh warga keracunan, usai mengkonsumsi daging anjing pada Minggu (29/3/2026) kemarin.

Kepala Sub TU Puskesmas Karama, Dian Pratiwi menuturkan hingga Senin (30/3/2026) pagi, sebagian besar korban telah dinyatakan membaik.

namun satu orang terpaksa dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya memburuk.

Keputusan merujuk pasien tersebut diambil, setelah tim medis melihat adanya gejala klinis yang semakin berat.

"Kondisinya tidak ada perubahan dan cenderung semakin lemah. Pasien mengeluhkan sesak napas dan nyeri dada yang semakin meningkat, makanya diputuskan untuk dirujuk," ujar Dian saat dikonfirmasi.

Sementara enam korban lainnya termasuk seorang balita berusia dua tahun dinyatakan sudah melewati masa kritis. 

Pihak puskesmas telah mengizinkan mereka pulang sejak Minggu malam.

KERACUNAN MAKANAN - Sebanyak tujuh orang warga Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dilarikan ke puskesmas usai mengalami gejala keracunan pada Minggu (29/3/2026). Mereka dilarikan ke puskesmas usai diduga konsumsi daging anjing atau RW
KERACUNAN MAKANAN - Sebanyak tujuh orang warga Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dilarikan ke puskesmas usai mengalami gejala keracunan pada Minggu (29/3/2026). Mereka dilarikan ke puskesmas usai diduga konsumsi daging anjing atau RW (Tribun-Sulbar.com/Polsek Kalumpang)

"Secara umum, enam orang sudah sehat dan tidak ada keluhan lagi," lanjutnya.

Meski telah diizinkan pulang, Dian menegaskan para korban masih dalam pemantauan ketat tim medis. 

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya reaksi lanjutan dari zat racun yang masuk ke tubuh mereka.

"Kami sampaikan kepada keluarga, jika tiba-tiba ada gejala lagi di rumah, segera dibawa kembali ke puskesmas," tegas Dian.

Tim medis masih terus mendalami jenis racun yang terkandung dalam daging anjing tersebut. 

Namun, berdasarkan gejala fisik dan informasi dari masyarakat, dugaan kuat mengarah pada residu racun tikus.

"Kami belum bisa pastikan apakah ini fix racun tikus. Namun, kalau melihat reaksi dan efeknya sebagaimana yang dialami masyarakat, itu yang kami khawatirkan," tambahnya.

Anjing Muntah Sebelum Disembelih

Daging tersebut kemudian dimasak dan disantap bersama-sama.

Tak lama setelah mengonsumsi hidangan tersebut, warga mulai merasakan gejala serupa mual dan muntah-muntah, nyeri dada dan rasa terbakar di perut.

Bahkan, salah satu korban remaja dilaporkan sempat mengalami mulut berbusa.

Kapolsek Kalumpang, Ipda Lukman Rahman, menyebutkan kejadian ini merupakan kasus keracunan massal pertama yang terjadi di Desa Karama akibat mengonsumsi daging hewan yang diduga telah terpapar racun.

Mereka yang keracunan terdiri dari orang dewasa, remaja, hingga balita. Gejala dialami bervariasi, mulai dari pusing, nyeri dada, rasa terbakar di perut.

Polisi menduga kuat bahwa anjing yang dikonsumsi tersebut telah terpapar racun tikus sebelum disembelih.

"Dugaan sementara, anjing tersebut mati atau sakit karena memakan racun tikus. Hal ini diperkuat dengan kondisi anjing yang terlihat muntah-muntah sebelum dipotong," jelas Lukman.

Meskipun mengonsumsi daging anjing merupakan hal yang lumrah bagi sebagian masyarakat di wilayah tersebut, Lukman menyebut kejadian keracunan massal ini baru pertama kali terjadi di Desa Karama. 

Saat ini, ketujuh korban telah mendapatkan penanganan medis berupa pemberian infus (IVFD) NaCl di Puskesmas Karama dan kondisinya terus dipantau tim medis. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.