Kunci Jawaban Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka Halaman 197, Aktivitas 6.11
Ngurah Adi Kusuma March 30, 2026 05:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Mari kita belajar! Simak nih, berikut ini kunci jawaban Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka halaman 197, tentang Aktivitas 6.11: Ayo Bereksplorasi.

Kali ini kita akan membahas soal pada Bab 6 yang berjudul Mobilitas pada Manusia pada kegiatan siswa Aktivitas 6.11 tentang berjalan dengan bantuan eksoskeleton.

Kunci jawaban di bawah ini diharapkan bisa membantu siswa sebagai alternatif jawaban untuk menyelesaikan soal pada halaman 197 di buku siswa Biologi Kelas 11.

Berikut kunci jawaban dan pembahasan soal Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka halaman 197 sesuai dengan buku siswa Biologi Kurikulum Merdeka edisi tahun 2022.

Baca juga: Kunci Jawaban Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka Halaman 189 190, Aktivitas 6.10

(Update Kunci Jawaban)

Kunci Jawaban Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka Halaman 197

Ayo Bereksplorasi

Aktivitas 6.11

Kegiatan 1

Untuk mendalami bagaimana penderita lumpuh berjalan lagi dengan bantuan eksoskeleton, silahkan cermati dan tonton video dari DW Indonesia melalui tautan: youtu.be/IK7IRhO9XEQ

Setelah Kalian mencermati link Youtube di atas, Kalian dapat memberikan dua usul modifikasi teknologi yang inovatif terkait dengan antisipasi atau pertolongan kepada penderita lumpuh agar dapat berjalan lagi! Tuliskan jawabanmu pada buku catatan!

Jawaban:

1. Membuat sebuah chip yang berfungsi sebagai pengganti eksoskeleton yang mampu menyampaikan impuls dari dan ke otak.

2. Membuat alat yang bisa memperbaiki sel saraf yang tidak bisa melakukan regenerasi

Baca juga: Kunci Jawaban Biologi Kelas 12 Halaman 146 147 Kurikulum Merdeka, Aktivitas 3.11: Tanaman Anggrek

Kegiatan 2

Untuk simulasi virtual laboratorium tentang neurofisiologi dan neurotoksik dan hubungannya dengan pergerakan otot, silahkan kunjungi tautan berikut ini!

s.id/1rOUJ (tautan lengkap: www.labxchange.org/library/items/lb:LabXchange:71d4b3e8:lx_simulation:1)

Setelah Kalian melakukan simulasi virtual di atas, tuliskan seluruh pengamatan Kalian pada buku catatan dan diskusikan dengan teman atau guru Kalian!

Jawaban:

Berikut adalah penjelasan mengenai mekanisme kerja normal (neurofisiologi), gangguan akibat zat kimia (neurotoksik), dan hubungan di antara keduanya.

Neurofisiologi Pergerakan Otot

Neurofisiologi mempelajari bagaimana sel saraf (neuron) mengirimkan sinyal untuk menghasilkan kontraksi otot. Proses utama ini terjadi di Neuromuscular Junction (NMJ) atau sambungan saraf-otot.

Potensial Aksi: Otak mengirimkan impuls listrik melalui neuron motorik menuju ujung saraf.

Pelepasan Neurotransmitter: Ketika impuls mencapai ujung saraf, gelembung kecil (vesikel) melepaskan zat kimia bernama Asetilkolin (ACh) ke celah sinapsis.

Aktivasi Reseptor: ACh menempel pada reseptor di permukaan otot, memicu perubahan listrik pada membran otot.

Kontraksi Otot: Perubahan listrik ini melepaskan ion kalsium di dalam sel otot, yang menyebabkan protein aktin dan miosin bergeser dan memendek (berkontraksi).

Terminasi: Enzim Asetilkolinesterase (AChE) kemudian memecah ACh agar otot bisa berelaksasi dan bersiap untuk gerakan berikutnya.

Baca juga: Kunci Jawaban Biologi Kelas 12 Halaman 147 Kurikulum Merdeka, Aktivitas 3.12: Seleksi Buatan

2. Neurotoksik (Neurotoksisitas)

Neurotoksik merujuk pada zat (toksin) yang mampu merusak, menghambat, atau mengganggu fungsi jaringan saraf. Dalam konteks pergerakan, racun ini biasanya menargetkan titik-titik kritis dalam komunikasi saraf-otot.

Zat neurotoksik dapat berasal dari:

Logam berat: Merkuri, timbal.

Biotoksin: Bisa ular, racun laba-laba, atau bakteri (Clostridium botulinum).

Zat Kimia Buatan: Pestisida organofosfat, gas saraf.

3. Hubungan Neurotoksik dengan Pergerakan Otot

Neurotoksin mengganggu "jalur komunikasi" neurofisiologi di atas dengan beberapa cara utama:

A. Penghambatan Pelepasan Neurotransmitter

Beberapa toksin mencegah saraf melepaskan sinyal.

Contoh: Botulinum Toxin (Botox).

Dampak: Sinyal tidak sampai ke otot, menyebabkan kelumpuhan flaksid (otot lemas dan tidak bisa kontraksi).

B. Pemblokiran Reseptor Otot

Toksin menempel pada reseptor otot sehingga Asetilkolin (ACh) tidak bisa masuk.

Contoh: Racun Kurare (digunakan pada sumpit berburu) atau bisa ular kobra tertentu.

Dampak: Otot tidak menerima perintah untuk bergerak, menyebabkan kelumpuhan total termasuk otot pernapasan.

C. Stimulasi Berlebihan (Overstimulasi)

Beberapa zat menghambat enzim pembersih (Asetilkolinesterase).

Contoh: Pestisida organofosfat dan gas saraf (Sarin).

Dampak: ACh terus menumpuk di celah sinapsis. Otot terus-menerus berkontraksi tanpa henti, menyebabkan kejang, kram hebat, dan kelelahan otot yang berujung pada gagal napas.

Demikian kunci jawaban Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka halaman 197, kegiatan siswa Aktivitas 6.11: Ayo Bereksplorasi sesuai dengan Kurikulum Merdeka edisi tahun 2022.

Disclaimer

Kunci jawaban diatas bersifat alternatif jawaban sehingga para siswa bisa memberikan eksplorasi jawaban lain.

Kunci jawaban soal diatas bisa saja berbeda sesuai dengan pemahaman tenaga pengajar atau murid. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.