Seorang prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka dalam insiden di Lebanon. Mereka merupakan bagian dari pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan serangan terjadi di pos UNIFIL di wilayah Adshit al-Qusayr, Distrik Marjayoun, Lebanon selatan. Lokasi tersebut diketahui menjadi markas kontingen TNI dalam misi perdamaian tersebut.
Kementerian Luar Negeri RI membenarkan adanya korban dari pihak TNI. Serangan dinyatakan tidak langsung menyasar pos UNIFIL di Adshit al-Qusayr pada Minggu (29/3/2026).
Dalam pernyataan resminya, Kemlu RI menyampaikan kecaman keras atas insiden tersebut dan mendesak dilakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan.
"Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," dikutip dari pernyataan tersebut.
Pemerintah Indonesia juga memastikan terus berkoordinasi dengan PBB serta otoritas terkait, sembari memantau perkembangan situasi di lapangan.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri tengah meningkat dalam beberapa waktu terakhir, menyusul serangan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang didukung Amerika Serikat.
Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Teheran ke sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan. Konflik semakin meluas setelah kelompok Hizbullah turut melancarkan serangan ke sejumlah target militer Israel dari wilayah Lebanon.
Semakin memanasnya situasi tersebut membuat Italia berniat menarik pasukannya dari misi UNIFIL. Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto telah mengeluarkan izin menarik tentara dari kontingen Italia yang menjadi bagian UNIFIL di tengah meningkatnya situasi di Timur Tengah.
"Situasinya sangat kompleks, dan jika kita menganggap kehadiran militer kita dan kehadiran PBB tidak berguna... kita sudah memiliki sarana, baik angkatan laut maupun udara, untuk memulangkan tentara kita ke Italia," kata Crosetto seperti dikutip dari kantor berita .
Daftar Negara Penyumbang Pasukan UNIFIL
Dikutip dari laman resmi UNIFIL, per tanggal 23 Maret 2026, kontingen pasukan penjaga perdamaian di Lebanon tersebut terdiri dari 8.203 prajurit dari 47 negara. Indonesia pertama kali mengirimkan pasukannya untuk bergabung dalam misi UNIFIL pada tahun 2006, setelah Perang Lebanon Kedua.
- Armenia (1)
- Austria (163)
- Bangladesh (119)
- Brasil (10)
- Britania Raya (2)
- Brunei (21)
- Cina (471)
- El Salvador (35)
- Estonia (1)
- Fiji (1)
- Finlandia (140)
- Ghana (624)
- Guatemala (2)
- Hongaria (16)
- India (642)
- Indonesia (756)
- Irlandia (295)
- Italia (774)
- Jerman (178)
- Kamboja (181)
- Kazakhstan (3)
- Kenya (2)
- Kolombia (1)
- Latvia (3)
- Malawi (1)
- Malaysia (515)
- Malta (6)
- Moldova (33)
- Mongolia (4)
- Makedonia Utara (4)
- Nepal (553)
- Nigeria (1)
- Peru (1)
- Polandia (140)
- Prancis (606)
- Qatar (1)
- Republik Korea Selatan (162)
- Serbia (168)
- Sierra Leone (2)
- Siprus (2)
- Spanyol (657)
- Sri Lanka (117)
- Tanzania (76)
- Turki (2)
- Uruguay (1)
- Yunani (1)
- Zambia (2)





