Pasokan Minyak Tanah di Kabupaten Belu Stabil, Permintaan dan Harga Masih Fluktuasi
Apolonia Matilde March 30, 2026 05:19 PM

 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur


POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Kuota minyak tanah untuk setiap agen di Kabupaten Belu mencapai 180 kiloliter (KL) per bulan dari Pertamina, dengan tambahan pasokan khusus menjelang hari raya.

Meski stok dinyatakan aman, fluktuasi permintaan serta harga di tingkat masyarakat masih menjadi perhatian.

Manager Operasional PT Helmi Satria, Abdullah Belajam, salah satu agen minyak tanah di Belu, mengatakan bahwa hingga saat ini ketersediaan stok masih dalam kondisi stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Dari jumlah tersebut, kita lihat sangat mencukupi kebutuhan masyarakat. Tapi memang sekarang yang agak rawan itu soal siklus minyak tanah. Ada bulan-bulan tertentu yang laris dan ada bulan tertentu yang tidak laris. Tetapi dalam kondisi aman dan kondusif," ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, tambahan pasokan atau ekstra doping diberikan saat hari besar keagamaan, yakni 5 KL saat Idulfitri dan 25 KL saat Natal, disesuaikan dengan jumlah penduduk.

Terkait harga, ia menegaskan distribusi hingga tingkat pangkalan telah diatur pemerintah daerah melalui Surat Keputusan (SK) Bupati sejak 2008 mengenai harga eceran tertinggi (HET).

"Agen jual ke pangkalan itu Rp 3.500. Pangkalan jual ke masyarakat hanya Rp 4.000. Sementara yang sampai jual di pasar harga di atas itu tidak diatur. Terkadang masyarakat beli di pangkalan baru jual dan harga tentu sendiri. Kita bertanggung jawab sampai pangkalan," jelasnya.

Pihak agen juga terus melakukan pengawasan terhadap distribusi di pangkalan untuk mencegah penyimpangan.

"Kita terus awasi, paling konsumen yang beli hingga 20 liter di pangkalan itu kebanyakan pelaku UMKM seperti rumah makan, pabrik tahu tempe. Sementara masyarakat kita batasi hingga 5-6 liter," katanya.

Saat ini, PT Helmi Satria memiliki 52 pangkalan, dengan 48 berada di Kabupaten Belu dan sisanya di Kabupaten Malaka. Seluruh pangkalan tersebut disebut telah memiliki izin resmi atau Nomor Induk Berusaha (NIB).

Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan minyak tanah sesuai kebutuhan, mengingat kondisi global yang dapat memengaruhi pasokan energi.

"Kami minta masyarakat gunakan BBM khusus minyak tanah sesuai kebutuhan," ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak membeli untuk dijual kembali karena dapat memicu kenaikan harga di atas ketentuan.

Di sisi lain, salah satu warga Atambua, Hendrik, mengaku harga minyak tanah yang dibelinya di lapangan masih di atas HET.

"Kita beli dengan harga Rp 6.000 per liter. Tapi kadang Rp 10.000 hingga Rp 12.000 per satu botol Aqua besar (1,5 liter). Kalau beli per jerigen 5 liter itu ada yang Rp 25.000 hingga Rp 28.000," tuturnya. (gus) 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.