SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Memilih kota tempat tinggal bukan sekadar soal kenyamanan, tapi juga tentang perhitungan matematis antara pengeluaran dan pemasukan.
Dalam peta ekonomi Sumatera bagian selatan, dua kota satelit utama Kota Lubuklinggau di Sumatera Selatan dan Kota Metro di Lampung sering kali menjadi magnet bagi pencari kerja dan pelaku usaha.
Namun, jika keduanya diadu dalam ring "efisiensi biaya hidup", manakah yang lebih ramah bagi kantong warganya?
Baca juga: Palembang vs Bandar Lampung, Adu Biaya Hidup Murah, Kota Pempek Rogok Kocek Lebih Dalam
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang dianalisis pada Senin (30/3/2026), jawabannya cukup mengejutkan.
Rata-rata pengeluaran per kapita Kota Lubuklinggau mencapai Rp 1.389.577 per bulan.
Adapun rinciannya terdiri dari makanan sebesar Rp 666.914 per bulan dan bukan makanan sebesar Rp 722.663.
Untuk upah minimum Kota Lubuklinggau mencapai Rp Rp3.942.963 per bulan.
Sedangkan untuk kota Metro rata-rata pengeluaran per kapita mencapai Rp 1.733.945 per bulan.
Terdiri dari untuk makanan sebesar Rp 776.808 per bulan sedangkan untuk bukan makanan sebesar Rp 957.137 per bulan.
Sedangkan untuk upah minimum kota Metro pada 2026 mencapai Rp Rp3.050.498 per bulan.
Di atas kertas, Kota Lubuklinggau memenangkan duel ini.
Kota "Transit" ini terbukti mampu memberikan standar hidup yang lebih terjangkau dengan potensi tabungan (surplus upah) yang jauh lebih besar bagi penduduknya dibandingkan Kota Metro.