Totalitas Tanpa Batas! Angga Yunanda Rela Dicat Jadi Manusia Silver Demi Film Para Perasuk
Gemma Ramadhina Zaneta March 30, 2026 07:34 PM

Grid.ID - Angga Yunanda kembali menunjukkan eksistensinya di dunia perfilman Tanah Air. Pada April 2026, ia akan hadir lewat film terbarunya yang berjudul Para Perasuk.

Film tersebut menghadirkan tantangan baru bagi Angga dalam mendalami perannya. Salah satu adegan bahkan mengharuskannya mengecat seluruh tubuh menjadi manusia silver.

Pengalaman itu menjadi salah satu momen paling berkesan selama proses syuting. Angga pun membagikan cerita di balik proses transformasi tersebut.

"Untungnya tidak sakit cat nya, cuma emang tebel banget gitu karena emang lumayan susah mungkin ya untuk bisa achieve sesilver itu," ujarnya saat berada dikawasan Casablanca, Jakarta Selatan pada Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa tampilan di kamera film berbeda dengan yang terlihat secara langsung. Hal ini membuat proses make-up harus dilakukan dengan sangat detail.

"Apalagi kamera film kan beda gitu ya jadi apa yang kelihatan di aslinya belum tentu sama seperti yang di kamera film. Jadi bener-bener harus di-touch up yang luar biasa sampai ke sela-sela terkecil gitu," katanya.

Meski terlihat rumit saat diaplikasikan, ternyata proses paling sulit justru terjadi setelah syuting selesai. Angga mengaku kesulitan saat harus membersihkan cat dari tubuhnya.

"Jadi yang paling susah sebenarnya bukan apply dan syutingnya gitu, ngelepasnya cat nya. Membersihkannya itu susah sekali," ungkapnya.

Untuk membersihkan cat tersebut, pria berusia 25 tahun ini menggunakan bahan tertentu. Ia mengingat bahwa proses itu dilakukan dengan bantuan baby oil.

"Kayaknya iya pakai baby oil seingat aku sih itu, lumayan lama sih. Lama untuk ngelepasnya sama lama untuk memakainya," ucapnya.

Tak hanya itu, waktu yang dibutuhkan untuk mengecat tubuhnya juga tidak sebentar. Bahkan, ia harus melalui proses poles berulang agar hasilnya maksimal.

"Kayaknya ya sejam lah ada dipoles-poles sampai semuanya terus pulang dalam kondisi silver gitu, pulang masih silver," lanjutnya.

Pengalaman tersebut ternyata memberikan perspektif baru bagi pria kelahiran Lombok ini. Ia menjadi lebih memahami kehidupan para manusia silver yang sering ditemui di jalanan.

Angga mengaku kini memiliki empati yang lebih besar terhadap mereka. Pengalaman merasakan langsung prosesnya membuatnya lebih menghargai perjuangan orang lain.

"Pandangannya pasti gitu sangat berbeda dan aku merasakan bagaimana susahnya untuk mencari uang gitu ya dan bagaimana cara mereka untuk bisa melakukan segala cara untuk bisa bertahan hidup," tuturnya.

Pengalaman itu juga memberikan pelajaran berharga dalam hidupnya. Ia menjadi lebih menghargai setiap pekerjaan yang dilakukan orang demi bertahan hidup.

"Dan aku ngerasa jadi semakin bersimpati sama apapun pekerjaan yang sedang kita lakukan untuk kita bisa bertahan hidup demi diri sendiri dan keluarga," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.