Dalam rekaman yang beredar, para peserta aksi tampak membawa bendera Amerika Serikat dan berbagai spanduk dengan tulisan seperti “Dana untuk perang, bukan untuk rakyat miskin” hingga slogan-slogan kritik lainnya. Sejumlah demonstran juga terdengar melontarkan kata-kata keras kepada aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.
Pendemo lain, Arial Stahley, turut menyinggung kebijakan luar negeri Trump. Ia menilai anggapan bahwa mengambil alih Venezuela adalah hal mudah tidak relevan dengan situasi Iran, yang menurutnya jauh lebih kompleks dan berpotensi memperburuk kondisi.
Di hari yang sama, Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) menetapkan status peringatan taktis di seluruh kota menyusul adanya insiden di sekitar Pusat Penahanan Metropolitan. Pihak kepolisian menyatakan bahwa beberapa orang telah diamankan dalam peristiwa tersebut.
Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian demonstrasi “No Kings” yang lebih luas, yang diikuti jutaan warga di lebih dari 3.000 titik aksi di seluruh Amerika Serikat, termasuk di New York, Minneapolis, Chicago, dan Los Angeles.
Gelombang protes tersebut muncul di tengah kebijakan penegakan hukum domestik yang diperketat oleh Trump, termasuk pengerahan aparat federal ke sejumlah kota, serta keterlibatan militer bersama Israel dalam konflik dengan Iran yang dimulai sejak akhir Februari.
Gerakan “No Kings” sendiri merupakan koalisi berbagai kelompok yang menentang apa yang mereka anggap sebagai penyalahgunaan kekuasaan, praktik korupsi, dan ancaman terhadap demokrasi oleh pemerintahan saat ini. Aksi-aksi yang mereka gelar sebelumnya juga berhasil menarik partisipasi besar dari masyarakat di berbagai wilayah Amerika Serikat.
Sumber: https://www.viory.video/en/videos/a3027_29032026/money-for-war-no-money-for-poor-los-angeles-residents-protest-join-nationwide-no-king-rally
#AS #amerika #Demo #Massa #no kings