Soal Tumpukan Sampah di Dekat RSUD Praya, Kadis LH Lombok Tengah: Warga Cari Gampangnya Saja
Idham Khalid March 30, 2026 06:05 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Sarkin Junaidi menyoroti perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan di sejumlah titik ilegal di Kota Praya. 

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian serius adalah tumpukan sampah di sebelah timur RSUD Praya, yang dinilai sangat kontras dengan fungsi rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan. 

Sarkin mengungkapkan bahwa pemerintah daerah sebenarnya telah menyediakan fasilitas pembuangan sampah yang memadai di area tersebut. 

Di jalur masuk menuju RSUD Praya, pihaknya telah menempatkan dua kontainer sampah agar masyarakat tidak membuang sampah di pinggir jalan. 

“Sebenarnya ya kita berharap warga hargailah tulisan itu (plang larangan pembuangan sampah),” ucap Sarkin saat ditemui, Senin (30/3/2026).

Lebih jauh Sarkin juga menyayangkan sikap warga yang enggan berjalan sedikit lebih jauh ke tempat yang sudah disediakan bak pembuangan sampah.

“Mereka cari gampangnya saja, buang (sembarang) di pinggir jalan itu. Padahal apa sih susahnya, gak sampai 100 meter kan hanya belok kiri langsung ada (tempat pembuangan),” tegasnya.

Kondisi ini dianggap mengkhawatirkan karena tumpukan sampah tersebut berpotensi menjadi sarang penyakit, terlebih lokasinya yang sangat dekat dengan rumah sakit.

Baca juga: Tumpukan Sampah di Samping RSUD Praya Bikin Warga Risih

Berdasarkan pantauan Dinas LH, terdapat sekitar lima hingga tujuh titik pembuangan sampah ilegal di Kota Praya, termasuk di wilayah Gelondong dan Jonggat.

Kadis LH juga memaparkan bahwa volume sampah yang dihasilkan di sekitaran RSUD Praya cukup besar. Satu kontainer sampah jika terisi penuh dapat menampung beban hingga 1 ton.

Namun, untuk sampah yang berserakan di pinggir jalan, pihak dinas sulit memperkirakan jumlah pastinya sebelum diangkut ke dalam truk atau mobil pengangkut.

Selain di area rumah sakit, Kadis LH juga menyebutkan adanya warga yang membuang sampah di depan lahan milik pribadi yang sudah dipagar. 

Ia mengimbau warga untuk memanfaatkan fasilitas resmi yang tersedia, seperti gudang di Peraten yang telah disediakan kontainer-kontainer sampah. 

Menutup pernyataannya, Kadis LH menekankan perlunya kerja sama dari masyarakat agar masalah kebersihan ini dapat teratasi. 

“Kalau resah ya memang tugas pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat, cuma sebagai imbal baliknya masyarakat juga kita minta juga ada pengertianlah,” pungkasnya. 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.