Saat Kemarau, Irigasi Bendung Air Seluma Ramai Didatangi Masyarakat
Hendrik Budiman March 30, 2026 07:50 PM

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Memasuki musim kemarau, irigasi Bendung Air Seluma di Kabupaten Seluma, Bengkulu, mulai ramai dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. 

Kondisi ini terjadi seiring berkurangnya sumber air bersih di sejumlah wilayah, sehingga masyarakat mulai bergantung pada aliran irigasi sebagai alternatif untuk kebutuhan rumah tangga. Pantauan Tribunbengkulu.com, aktivitas warga di sekitar irigasi meningkat, mulai dari mengambil air, mencuci hingga kebutuhan domestik lainnya.

Menanggapi inj, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Bengkulu, Wiel Mushawiry Suryana, mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan saat memanfaatkan aliran irigasi.

Irigasi Bendung Air Seluma pada dasarnya diperuntukkan sebagai penunjang kebutuhan air bagi lahan pertanian yang ada di Kabupaten Seluma.

“Tetap waspada, utamakan keselamatan saat berada atau memanfaatkan air irigasi Bendung Air Seluma,” ujar Wiel Mushawiry Suryana dikonfirmasi Tribunbengkulu.com, Senin petang (30/3/2026). 

Kondisi arus air di saluran irigasi tidak selalu stabil dan dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga berpotensi membahayakan jika tidak diwaspadai.

Baca juga: Launching Seleksi Paskibra 2026, Kesbangpol Seluma Siap Jaring Putra-Putri Terbaik

Untuk itu, pihak BWSS VII Bengkulu telah memasang sejumlah papan peringatan di beberapa titik, khususnya di area yang dianggap rawan. Salah satunya berada di lokasi BS 0 yang sering menjadi titik aktivitas masyarakat.

“Di lokasi BS 0 sudah kami pasang plang peringatan. Mohon untuk diperhatikan, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Wiel. 

Wiel juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan saluran irigasi sebagai tempat aktivitas yang berisiko tinggi, seperti mandi atau bermain air, terutama bagi anak-anak.

Selain berbahaya, hal tersebut juga dapat mengganggu fungsi utama irigasi sebagai penyuplai air bagi pertanian.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan irigasi secara bijak serta tetap mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang oleh petugas.

Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di sekitar irigasi saat musim kemarau, kewaspadaan menjadi hal utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

“Keselamatan tetap yang utama. Manfaatkan air secukupnya, tapi tetap perhatikan risiko yang ada,” pesa Wiel Mushawiry Suryana. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.