Menlu Sugiono Desak UNIFIL Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Whiesa Daniswara March 30, 2026 09:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkap telah ada perwakilan Indonesia di PBB yang bertemu Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk membahas masalah pemulangan jenazah Praka Farizal Romadhon yang gugur akibat serangan Israel ke Lebanon.

Diketahui Praka Farizal Romadhon bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur akibat eskalasi situasi keamanan yang terjadi di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026).

"Hari Senin (30/3/2026) pagi waktu New York, Kepala Perwakilan Indonesia di New York di PBB akan bertemu dengan United Secretary General, yang mengurusi masalah Peacekeeping Force (Pasukan Perdamaian) untuk membicarakan masalah-masalah yang sifatnya pengembalian atau pemulasaraan jenazah prajurit kita," kata Menlu Sugiono, di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Lebih lanjut, Sugiono juga mendesak adanya investigasi penuh dari UNIFIL.

Terutama terkait sumber insiden yang menyebabkan gugurnya Praka Farizal Romadhon ini.

Sugiono juga meminta semua pihak untuk melakukan deeskalasi.

Deeskalasi adalah tindakan atau strategi untuk menurunkan intensitas ketegangan, konflik, atau perilaku agresif guna mencegah kekerasan dan mengembalikan situasi menjadi tenang/aman.

"Kemudian meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini. Dan sekali lagi meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi," ungkap Sugiono.

Atas gugurnya Praka Farizal Romadhon tersebut, Sugiono pun mengajak publik untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum.

Karena Praka Farizal Romadhon gugur saat bertugas dan telah memberikan yang terbaik, bukan hanya untuk nama baik bangsa dan negara, tapi juga demi misi kemanusiaan dan perdamaian dunia.

"Kita beri penghormatan yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada prajurit kita yang gugur memberikan yang terbaik."

"Bukan hanya bagi nama harum dan nama baik bangsa dan negara, tetapi juga menjalankan misi kemanusiaan yang sangat penting bagi perdamaian dan kelangsungan hidup manusia," imbuh Sugiono.

Baca juga: Karier Praka Farizal Romadhon, Prajurit TNI Gugur di Lebanon Jelang Masa Penugasan Berakhir

DPR Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Yulius Setiarto, menyampaikan duka mendalam sekaligus mengecam keras serangan militer Israel yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

Yulius menilai prajurit Indonesia berada di wilayah konflik bukan sebagai pihak yang berperang, melainkan menjalankan mandat internasional dalam misi UNIFIL.

“Kami berduka sangat dalam atas gugurnya prajurit TNI yang sedang menjalankan mandat perdamaian dunia. Mereka berada di sana membawa nama Indonesia dan membawa mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjaga stabilitas kawasan,” kata Yulius kepada wartawan,  Senin (30/3/2026).

Untuk itu, Yulius menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

"Kami mengutuk keras serangan militer Israel yang menyebabkan gugurnya prajurit Indonesia dalam misi UNIFIL. Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran serangan militer. Ini kejahatan perang," ucap Yulius.

Baca juga: Anggota DPR Dorong Perlindungan Maksimal Prajurit TNI di Wilayah Konflik, Imbas Praka Farizal Gugur

Yulius juga meminta pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas melalui jalur diplomasi internasional, termasuk menyampaikan kecaman resmi atas insiden tersebut. 

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dinilai harus memberikan penjelasan terbuka kepada publik mengenai kronologi kejadian.

“Pemerintah harus bersikap tegas dan menyampaikan kecaman resmi. Kementerian Luar Negeri juga perlu memberikan penjelasan yang terbuka dan rinci kepada publik mengenai peristiwa ini agar tidak menimbulkan spekulasi,” ujarnya.

Selain itu, Yulius menyebut peristiwa ini harus menjadi refleksi dalam menentukan posisi Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk dalam Board of Peace (BoP), yang juga melibatkan Israel sebagai anggota. 

Menurutnya, situasi ini menimbulkan pertanyaan ketika Indonesia berada dalam satu forum dengan negara yang melakukan operasi militer yang berdampak pada prajuritnya sendiri.

Baca juga: Praka Farizal Rhomadhon Gugur di Lebanon, TNI dan UNIFIL Beri Pernyataan

Yulius juga menyoroti rencana pemerintah mengirim sekitar 8.000 prajurit TNI dalam misi internasional di Gaza. 

Dia menilai langkah tersebut perlu diiringi evaluasi kebijakan luar negeri untuk memastikan keselamatan prajurit di wilayah konflik.

Dalam konteks tersebut, ia menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap arah politik luar negeri Indonesia agar tetap konsisten sekaligus menjamin perlindungan maksimal bagi prajurit yang menjalankan misi perdamaian.

“Kita tetap berpegang pada amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Akan tetapi, negara juga memiliki kewajiban utama untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia," katanya.

"Maka dari itu, pemerintah perlu mengevaluasi secara serius posisi diplomasi Indonesia di berbagai forum internasional agar keselamatan prajurit TNI yang menjalankan misi perdamaian benar benar menjadi prioritas utama negara,” pungkasnya.

Baca juga: Mabes TNI Sebut Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia: Sedang Urus Administrasi

TNI Berduka

PRAJURIT TNI GUGUR – Praka Farizal Romadhon, prajurit TNI dari Kodam Iskandar Muda (IM) yang dilaporkan gugur dalam serangan Israel di Wilayah Lebanon saat menjalankan misi perdamaian dunia bersama Pasukan Garuda, Minggu (29/3/2026).
PRAJURIT TNI GUGUR – Praka Farizal Romadhon, prajurit TNI dari Kodam Iskandar Muda (IM) yang dilaporkan gugur dalam serangan Israel di Wilayah Lebanon saat menjalankan misi perdamaian dunia bersama Pasukan Garuda, Minggu (29/3/2026). (Serambinews.com)

Mabes TNI melalui Kapuspen TNI, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya satu prajurit TNI serta korban luka yang terjadi karena adanya insiden di daerah penugasan UNIFIL akibat eskalasi situasi keamanan pada Minggu, 29 Maret 2026 di Lebanon Selatan.

Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut menimpa Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/ UNIFIL. 

Dalam kejadian tersebut, Praka Farizal Romadhon dinyatakan gugur, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis.

Dalam penanganan, dua orang prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL. 

Baca juga: Sosok Praka Farizal Romadhon, Prajurit TNI yang Gugur Buntut Serangan Israel

Sementara itu, satu orang prajurit dengan luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. 

Adapun prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut.

Seiring dengan peningkatan eskalasi di Lebanon, TNI telah mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL. 

Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Chaerul Umam)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.